Nelayan Ini Melawan Menteri Susi

Badan Penganggulangan Bencana Daerah di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyebut satu orang tewas akibat banjir yang terjadi sejak Sabtu (28/3/2015) kemarin.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 29 Mar 2015 21:18 WIB

Author

Musyafa

Nelayan Ini Melawan Menteri Susi

Sumarlan dan sejumlah nelayan kapal cantrang di Rembang. (Foto: Musyafa R2B Rembang)

KBR, Rembang – Paguyuban nelayan kapal cantrang di desa Tasikagung, Kabupaten  Rembang,  Jawa Tengah, bertekad melawan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Nelayan menolak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang operasional alat tangkap jaring cantrang.

Juru Bicara Front Nelayan Bersatu Rembang, Sumarlan, mengatakan mereka baru saja memasang sejumlah spanduk di jalur Pantura. Spanduk itu berisi protes terhadap kebijakan menteri.

“Hidup mati kami ada di laut, jadi lautlah yang menjadi masa depan anak cucu kita. Makanya kami akan terus melawan dengan cara apapun. Tidak mau masa depan dibunuh oleh Menteri Susi,” tegasnya kepada KBR, Minggu siang (29/03)

Sampai sekarang, pemerintah belum memberikan solusi alat tangkap pengganti yang layak. Maka sebagian nelayan tetap berencana menggunakan jaring cantrang, karena sudah terlanjur menanggung hutang bank.

Selain memasang spanduk, nelayan se-Jawa terutama di sepanjang jalur Pantura juga siap berangkat ke Jakarta lagi. Tuntutannya sama: meminta Susi merevisi peraturannya.

Sejauh ini Susi tetap kokoh, melarang jaring cantrang,  dengan alasan menyelamatkan ekosistem laut jangka panjang. Susi juga berulang kali menyarankan nelayan memakai sejumlah alat tangkap lainnya yang lebih ramah lingkungan.

Editor: Rio Tuasikal 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak