Bagikan:

Kemensos Targetkan Pembenahan Data Penerima Raskin Rampung Bulan Depan

Kementerian Sosial menargetkan pembenahan data penerima beras miskin atau raskin akan rampung pada bulan April mendatang.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Mar 2015 19:59 WIB

Kemensos Targetkan Pembenahan Data Penerima Raskin Rampung Bulan Depan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) memimpin rapat terkait raskin di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (24/3).(Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Sosial menargetkan pembenahan data penerima beras miskin atau raskin akan rampung pada bulan April mendatang. Hal ini menyusul rencana Kementerian Sosial untuk menggambungkan kartu raskin dengan Kartu keluarga Sejahtera atau KKS. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya menargetkan sekitar 15 jutaan lebih rumah tangga sangat miskin dapat menerima KKS tersebut. Namun saat ini baru sekitar 1,5 juta KKS yang akan dicetak.

"Kita akan melakukan rakor Bappeda, TKPKD dan DInsos sebelum Kemensos melakukan validasi data. Jadi kalau datanya valid dan diterima oleh kades, camat bupati, kita kan melihat peta RTSM Rumah Tangga Sangat Miskin akan lebih mendekati realitas yang sebenarnya. Saat ini kan kita masih menemukan inklusion dan eksklusion error , menghilangkan eror itu sama sekali tidak mungkin. Tapi paling tidak kita mendekatkan terhadap realistas RTSM kita," kata Khofifah di Kementrian Sosial (Selasa. 24/03)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa optimis bila penggambungan tersebut dapat memperbaiki distribusi raskin, yang selama ini tidak tepat sasaran. Saat ini pihaknya terlebih dahulu tengah berkoordinasi dengan berbagai pejabat daerah hingga penanggung jawab penerimaan raskin. Hal ini berguna untuk mengurangi lamanya birokrasi yang kerap kali terjadi di daerah dalam penyaluran raskin tersebut.

Editor: Erric Permana 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending