Presiden Perintahkan Percepatan Pengembangan Wisata Danau Toba

Jokowi juga meminta dipersiapkan strategi pemasaran dan layanan berstandar internasional

BERITA | CERITA

Selasa, 02 Feb 2016 19:48 WIB

Author

Ninik Yuniati

Danau Toba (Foto: KBR/Danny J.)

Danau Toba (Foto: KBR/Danny J.)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Pariwisata mempercepat pengembangan wisata Danau Toba. Kata dia, sarana prasarana seperti jalan, bandara, dan pelabuhan harus diperkuat untuk menjamin konektifitas dan aksesibilitas.

Selain itu, Jokowi juga meminta dipersiapkan strategi pemasaran dan layanan berstandar internasional. Danau Toba   termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas tahun ini.

"Saya lihat dua atau tiga minggu lalu sudah dilakukan kunjungan ke Danau Toba oleh Menko Maritim PU dan Menpar. Dan kita harapkan nanti bisa segera ditindaklanjuti di lapangan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (2/2) 

Jokowi melanjutkan, "dan saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk marketingnya, untuk pemasarannya pelayanan standar internaional, atraksi seni budaya, dengan koreografi yang baik desain menarik yang mempunyai kelas."

Selain Danau Toba, Presiden Joko Widodo juga meminta percepatan pengembangan di sembilan destinasi wisata lain pada tahun ini. Kata dia, pembangunan di sektor ini diharapkan akan menyuburkan usaha kecil menengah serta industri kreatif.

Menurut catatan Kementerian Pariwisata, tahun lalu jumlah kunjungan turis mancanegara mencapai 10,4 juta dengan perkiraan devisa sebesar 144 triliun rupiah. Pencapaian di sektor pariwisata ini diklaim lebih besar dibanding capaian negara-negara lain yang rata-rata tumbuh 4 hingga 6 persen.

"Di Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo, Tengger, Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, Tanjung Layang, diperlukan sebuah percepatan. Terobosan, baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya bisa segera dinikmati," kata Jokowi.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8