Polda Sulteng Masih Dalami Pengrusakan Rumah Ibadah di Parigi

KBR, Jakarta- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah membenarkan adanya insiden perusakan rumah ibadah di Parigi, Moutong beberapa hari yang lalu.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 20 Feb 2016 21:06 WIB

Author

Ninik Yuniati

Polda Sulteng Masih Dalami Pengrusakan Rumah Ibadah di Parigi

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah membenarkan adanya insiden perusakan rumah ibadah di Parigi, Moutong beberapa hari yang lalu. Juru bicara Polda Sulawesi Tengah Hari Suprapto mengatatakan ada sekitar 30an orang yang menjadi pelaku. 

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari identitas dan motif pelaku. Polda, kata Hari juga belum melakukan penahanan. Polisi menduga ada kesalahpahaman dalam insiden tersebut.

"Ada kesalahpahaman, ada perusakan, kemudian Kapolres sudah berupaya untuk mengadakan pertemuan dan situasi sudah kondusif. Sudah dua hari yang lalu, kalau tidak salah malam kejadiannya. Kita melakukan penyelidikan, kelompok ini masih dalam proses indentifikasi. Oleh sekelompok orang saja, mungkin karena persoalan awalnya adalah selisih paham," kata Hari Suprapto kepada KBR, (20/2).

Hari Suprapto menambahkan, pasca-insiden pengrusakan, kondisi rumah ibadah sudah aman. Kata dia, pihak polres telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama untuk mengantisipasi kejadian tersebut akan memicu konflik antaragama. 

"Setiap ada pengrusakan tempat ibadah, polisi ambil langkah agar tidak merembet, salah satunya adalah pertemuan FKUB," kata Hari. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?