Pelanggaran HAM, Kontras: Jokowi Lebih Buruk Dari SBY

"Bruntung nih si SBY mendapatkan pengganti Jokowi, jadi terlihat lebih baik dia."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 24 Feb 2016 20:30 WIB

Pelanggaran HAM, Kontras: Jokowi Lebih Buruk Dari SBY

KBR, Jakarta- LSM Pemerhati HAM, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat selama bulan Januari 2016 sudah ada 176 kasus pelanggaran HAM di seluruh Indonesia. Koordinator KONTRAS Haris Azhar mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari berbagai macam kasus.

Di antaranya kata dia, pelanggaran Ham dalam kategori ekspresi dan beragama serta berkeyakinan, Kekerasan aparat negara, kekerasan sumber daya alam dan  konflik lahan, terorisme, hukuman mati dan penyiksaan. Kata dia, pelakunya didominasi  aparat kepolisian diikuti ormas dan pemerintahan. Terkait peristiwa pengekangan aspirasi kata dia, banyak dilakukan di provinsi Jawa barat.

“Kalau bicara soal kekerasan yang dilakukan oleh tentara dan terutama polisi, yang paling banyak itu selalu Papua dan di bawah Jokowi sama. Jadi kalau bicara kebebasan secara umum di bawah Jokowi jauh lebih buruk jika dibandingkan oleh SBY,” ujar Koordinator KONTRAS Haris Azhar kepada wartawan di Hotel Oria, Jakarta, Rabu (24/02). 

Haris melanjutkan, "beruntung nih si SBY mendapatkan pengganti Jokowi, jadi terlihat lebih baik dia. Kalau soal wilayah yang paling dominan tetep Papua, nah kalau khusus soal kebebasan beragama dan berkeyakinan konsisten Jawa Barat."

Koordinator KONTRAS Haris Azhar menambahkan, pada  2015 lalu terjadi hampir 300 kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, bereskpresi, berkumpul, dan berorganisasi. Kata dia, Ini semua yang murni terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi dan bukan warisan dari presiden sebelumnya.

Sebelumnya organisasi pemerhati hak asasi manusia (HAM) dunia, Amnesty Internasional menganggap Presiden Joko Widodo gagal mengatasi serangkaian pelanggaran HAM di Indonesia. Deputi Direktur Kampanye Asia Tenggara Amnesty Internasional, Josef Benedict mengatakan, hal itu terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia di setahun masa kepemimpinannya. Selain itu kata dia, Jokowi juga ingkar terhadap janjinya saat masa kampanye untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7