Bagikan:

Pasca Gempa 6,6 SR di Sumba Barat, Komunikasi Hanya Bisa Lewat Radio

BPBD Nusa Tenggara Barat berhasil menghubungi salah satu anggota Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) di Sumba Barat.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Feb 2016 19:58 WIB

Author

Eli Kamilah

Pasca Gempa 6,6 SR di Sumba Barat, Komunikasi Hanya Bisa Lewat Radio

KBR, Jakarta- Komunikasi ke Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pasca gempa 6.6 SR hanya bisa dilakukan melalui radio.  Kepala Seksi Tanggap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat NTB, Agung Pramuja mengatakan  berhasil menghubungi salah satu anggota Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) di Sumba Barat.

Kata Agung,  pasca gempa, warga di Sumba Barat masih bertahan di dalam rumah mereka masing-masing.  Warga khawatir terjadi gempa susulan dan tsunami.

Saat ini, BPBD NTB sendiri tengah bersiap menuju lokasi pusat gempa.

"Jadi masyarakat sana belum berani keluar rumah, karena khawatir gempa susulan. Jadi di sana sendiri HP tidak berfungsi. Komunikasi terputus. Ada salah seorang bernama Robi, anggota Orari, bisa dihubungi lewat radio yang ada di kantor kami." Ujar Kepala Seksi Tanggap Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Nusa Tenggara Barat NTB, Agung Pramuja kepada KBR, Jumat (12/02).

Gempa, kata Agung juga dirasakan cukup kuat di Sumbawa NTB. Hingga saat ini BNPB belum bisa mengkonfirmasi kerusakan dan korban jiwa akibat gempa.

Lokasi gempa dari sumbawa, kata Agung membutuhkan waktu hingga 24 jam. Gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Sumba Barat sekira pukul 17.02 WIB, Jumat (12/2). Pusat gempa di darat yaitu 14 km Barat Daya Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pusat gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak menimbulkan tsunami, namun dampak gempa menyebabkan komunikasi terputus.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending