Bagikan:

Jokowi Beri Kado Turunkan Tarif Tol dan Kepemilikan Tanah Suramadu

Dengan keputusan ini sekitar 27 ribu kepala keluarga bisa mengurus kepemilikan lahan yang terkatung-katung sejak tahun 1978.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 03 Feb 2016 20:36 WIB

Jokowi Beri Kado Turunkan Tarif Tol  dan Kepemilikan Tanah Suramadu

Seskab Pramono Anung, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Walikota terpilih Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan pers (3/2). (Foto: Setkab/Deni)

KBR, Jakarta-  Pemerintah memangkas tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) hingga 50 persen. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemangkasan ini berlaku untuk seluruh kendaraan roda empat.

Kata Pramono, penurunan tarif ini akan mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan daya saing. Menurut dia, pemangkasan tarif merupakan salah satu dari dua kebijakan untuk mengembangkan wilayah Suramadu.

"Untuk angkutan dari Surabaya ke Madura, atau dari Madura ke Surabaya, kendaraan beroda empat yang sebelumnya tarifnya 90 truk besar, 60 truk sedang, sedan itu 30," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung  di Istana Kepresidenan, Rabu (3/2). 

Pramono melanjutkan, "maka presiden meminta ini diturunkan kalau bisa lebih rendah dari 50 persen, sehingga dengan demikian ini sudah sangat membantu baik masyarakat di Madura maupun di Surabaya."

Pramono Anung menambahkan, kebijakan lain yang diambil Presiden yakni mengembalikan pengelolaan 600 hektar lahan di kaki jembatan sisi Surabaya kepada Pemerintah Kota Surabaya. Kata dia, dengan keputusan ini sekitar 27 ribu kepala keluarga bisa mengurus kepemilikan lahan yang terkatung-katung sejak tahun 1978.

Sebelumnya, lahan tersebut dikelola oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS), Badan Pengatur Jalan Tol dan Dirjen Bina Marga Kementerian PU.

"Sejak 1978 masyarakat tidak bisa mengurus surat kepemilikan lahan, tidak bisa meningkatkan sertifikat lahan. Jadi keputusan ini  semoga menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Surabaya dan Madura," kata Pramono


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?