Cegah Radikalisme Pemerintah Gandeng Ormas

"Presiden tadi ingin membangun kerjasama dengan semua organisasi kemasyarakatan untuk membantu masalah sosialisasi soal deradikalisasi, juga masalah narkoba,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 05 Feb 2016 16:15 WIB

Author

Ninik Yuniati

Cegah Radikalisme  Pemerintah Gandeng Ormas

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menggandeng organisasi kemasyarakatan Islam untuk mencegah radikalisme dan narkoba. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, para ulama bisa mengajak menghindari radikalisme dan narkoba melalui berbagai ceramah keagamaan.

Kata dia, banyak ormas yang bakal dilibatkan dalam program tersebut. Saat ini   baru Nahdatul Ulama (NU) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang bertemu Presiden.

"Presiden tadi  ingin membangun kerjasama dengan semua organisasi kemasyarakatan untuk membantu masalah sosialisasi soal deradikalisasi, juga masalah narkoba," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan   di Kompleks Istana, Jumat (5/2). 

Luhut melanjutkan, "(Khotbah dikontrol?) Bukan dikontrol, tapi akan disampaikan supaya khotbah-khotbah itu dalam konteks Islam yang sejuk. Jangan sampai membawa berita-berita yang mungkin provokatif."

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar  NU Said Aqil Siradj menyatakan siap mendukung program deradikalisasi tersebut. Kata dia, sejak dulu ulama-ulama NU aktif menyerukan deradikalisasi, antiterorisme dan pencegahan narkoba.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam. Kata dia, LDII dengan tegas menolak gerakan radikal, seperti ISIS. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8