Bagikan:

PTM 100 Persen, Pakar Epidemiologi Sarankan 50 Persen di Semua Level PPKM

"Dibagi dua atau maksimal 20 orang satu ruangan,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Jan 2022 08:05 WIB

Guru dan Murid Harus Vaksin Dosis Lengkap

Sejumlah siswa mengikuti PTM di kelas dengan protokol kesehatan di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Tangkapan layar Akun Youtube Re Za Baik)

KBR, Jakarta-   Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyarankan agar pembelajaran tatap muka (PTM) tetap dilakukan secara terbatas atau maksimal 50 persen dari kapasitas. Dia beralasan, belum meratanya vaksinasi anak hingga masuknya varian Omicron sebagai hal yang perlu menjadi pertimbangan.

"Tetap (harus) dibagi dua atau maksimal 20 orang satu ruangan, sehingga kalau kapasitas kelas itu tidak bisa 4 M2 untuk 1 orang, sebaiknya ditambah ruang kelasnya atau outdoor. Artinya ini tidak bisa digeneralisasi selain tentu saya ingatkan juga bahwa soal vaksinasi lengkap wajib untuk siswa dan staf sekolah," ujar Dicky kepada KBR, Senin (3/1/2022).

Dicky mengatakan dirinya mendukung pelaksanaan PTM di seluruh daerah asalkan tetap dilakukan secara terbatas. Kata dia, PTM 100 persen sangat berisiko apabila para murid, guru, dan petugas di sekolah belum tervaksinasi dua dosis.

"Siswa-siswa, staf sekolah itu semua harus ada dalam dua dosis meskipun itu ada di level PPKM apapun, tapi cakupan vaksinasinya harus tercapai,' tuturnya.

Baca juga:

- PTM 100 Persen, Jubir Vaksin Kemenkes: Bergantung Izin Orang Tua

- Kemenkes Bakal Wajibkan Aplikasi PeduliLindungi Di Sekolah

Hal senada disampaikan  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, salah satu rekomendasi yang perlu menjadi perhatian yakni PTM 100 persen yang aman harus dilakukan dengan syarat semua orang di lingkungan dalam sekolah harus sudah divaksinasi COVID-19 sebanyak dua kali.

"Untuk membuka pembelajaran tatap muka, 100 persen guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Anak yang dapat masuk sekolah adalah anak yang sudah diimunisasi Covid-19 lengkap 2 kali dan tanpa komorbid. Sekolah juga tetap harus patuh pada protokol kesehatan," ujar Piprim dalam keterangan video yang diterima KBR, Senin (3/2/2022).

Piprim mengatakan, untuk rekomendasi PTM 100 persen hanya disarankan pada kategori anak usia 12-18 tahun. Itu pun dengan syarat tidak adanya peningkatan kasus Covid-19 maupun transmisi lokal Omicron di daerah tersebut. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?