Korban Kapal Tenggelam di Johor Baru Terus Bertambah

Dari 16 korban tewas, 4 di antaranya sudah teridentifikasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

BERITA , NASIONAL

Rabu, 25 Jan 2017 20:12 WIB

Author

Ninik Yuniati

Korban Kapal Tenggelam di Johor Baru Terus Bertambah

Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: kendari.basarnas.go.id

KBR, Jakarta - Korban meninggal kapal yang tenggelam di Tanjung Leman Mersing, Johor, Malaysia bertambah menjadi 16 orang. Kapal ini diduga mengangkut TKI Ilegal. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, dari 16 korban tersebut, 4 di antaranya sudah teridentifikasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

"Sampai saat ini ditemukan atau korban yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah 16, dengan perincian 9 laki-laki dan 7 perempuan. Sementara dari 16 jenazah yang ditemukan tersebut, sudah dapat terindentifikasi 4 jenazah. Dan empat jenazah tersebut diidentifikasi sebagai WNI, keenambelas jenazah masih berada di RS Sultan Ismail di Johor," kata Retno Marsudi di kompleks Istana, Rabu (25/1/2017).

Retno menambahkan, korban yang ditemukan selamat sementara ini berjumlah 6 orang, terdiri 1 warga negara Malaysia dan 5 wni. Korban selamat dari WNI sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Timur.

"Korban yang ditemukan dalam kondisi selamat adalah 6 orang, dengan perincian, 1 orang laki-laki warga negara malaysia, kemudian 4 orang laki-laki warga negara Indonesia dan 1 perempuan WNI," imbuhnya.

Baca: Kapal TKI Tenggelam di Johor Bahru, 14 Jenazah Ditemukan

Menurut Retno, diperkirakan masih ada sekitar 18 orang yang masih hilang dan saat ini terus dilakukan pencarian.

"Kita belum menemukan dokumen apapun yang dapat memastikan jumlah penumpang. Tapi perkiraannya adalah sekitar 40. Kalau 40 dikurangi 16 dikurangi 6, berarti masih ada selisih, selisihnya itu sekarang sedang kita coba cari," tutur bekas duta besar Belanda ini.

Terkait pemulangan jenazah WNI, Retno mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pemulangan jenazah sesuai permintaan keluarga.

"Kita akan bertanya kepada keluarga untuk korban yang meninggal, apakah dimakamkan di Malaysia, karena di beberapa kejadian yang lampau, keluarganya berada di Malaysia. Tapi kalau keluarga meminta untuk dipulangkan ke Indonesia, maka konsulat jenderal atau perwakilan kita di luar negeri, akan memfasilitasi pemulangan korban," ujar dia. 


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aliansi Mahasiswa Papua Tolak Pertemuan Jokowi-Tokoh Papua