Papa Minta Saham, Kejagung Periksa Setnov Besok

Pemanggilan kembali ini terkait dugaan pemufakatan jahat dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jan 2016 16:22 WIB

Author

Bambang Hari

Papa Minta Saham, Kejagung Periksa Setnov Besok

Eks ketua DPR, Setya Novanto (sumber: DPR)

KBR, Jakarta- Jaksa Agung Prasetyo menyatakan bakal  memanggil bekas Ketua DPR Setya Novanto, besok. Pemanggilan kembali ini terkait dugaan pemufakatan jahat dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport.

Prasetyo menyatakan tidak perlu mengantongi izin presiden dalam pemanggilan tersebut. Sebab ia beralasan, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-undang MD3.

"Muncul juga perdebatan soal izin presiden dalam rencana pemanggilan belas Ketua DPR Setya Novanto. Perlu kami tegaskan kembali bahwa, proses pemanggilan ini menggunakan landasan aturan yang ada dalam UU MD3, Pasal 224 Ayat 5 UU No. 17 Tahun 2014 Tentang MD3 yang menyatakan bahwa izin dari presiden tidak dibutuhkan manakala tindakan itu dilakukan di luar tugas-tugas yang bersangkutan sebagai Anggota Dewan," katanya.

Selain memanggil Novanto, Kejaksaan Agung juga masih mengupayakan pemanggilan terhadap pengusaha Riza Chalid.

Prasetyo mengaku kesulitan untuk mencari Reza. Sebab, Reza tidak dapat ditemui di rumahnya.

"Selama ini sulit karena dia tidak ada di tempat. Saya nggak tahu dia lari atau tidak," katanya.

?Kejaksaan Agung menerima informasi Riza ada di luar negeri. Karenanya, Kejaksaan Agung membuka peluang untuk bekerjasama dengan interpol untuk mencari Riza.

Kasus ini mencuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said  melaporkan Ketua DPR saat itu Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. 

Pelaporan itu dibarengi dengan penyerahan tiga halaman transkrip rekaman pembicaraan antara petinggi DPR dengan PT Freeport Indonesia yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Selain mencatut nama Jokowi dan JK untuk menjanjikan kelanjutan kontrak PT Freeport dengan meminta saham 20 persen yang disebut untuk RI-1 dan RI-2.

Sudirman juga melampirkan adanya permintaan supaya PT Freeport berinvestasi di proyek pembangunan PLTA di Urumuka, Papua, dengan meminta saham  sebesar 49 persen.  Selain itu Sudirman juga mengirimkan rekaman perbincangan dengan durasi sekira 12an menit.


Editor: Rony Sitanggang      
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik