Murid SD di Bondowoso Buat Selebaran Dukung ISIS

Selebaran bertuliskan "semua pembunuh adalah saudara kita serta tulisan ISIS dan kami tidak takut Polisi"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 22 Jan 2016 14:18 WIB

Author

Friska Kalia

Murid SD di Bondowoso Buat Selebaran Dukung ISIS

Petugas Polsek Tenggarang menunjukkan selebaran yang dibuat oleh siswa sekolah dasar di Bondowoso. (Foto : KBR/Arif H.)

KBR, Bondowoso– Sejumlah siswa sekolah dasar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kedapatan menulis surat dukungan kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Surat yang ditempel di majalah dinding sekolah tersebut ditemukan oleh seorang guru dan langsung dilaporkan ke Polsek Tenggarang.

Kapolres Bondowoso,  Djadjuli membenarkan telah menerima laporan terkait surat yang dibuat oleh siswa berinisial BN dan teman–temannya yang bersekolah SDN Tamansari 1 Bondowoso. Kapolres telah memerintahkan anggotanya untuk mendalami laporan tersebut.

“Benar ada laporan itu. Saya sudah perintahkan anggota untuk datang ke rumah yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan secara mendalam,” kata Djadjuli saat dihubungi KBR, Jumat (22/1/2015).

Dalam selebaran yang ditemukan terdapat tulisan, semua pembunuh adalah saudara kita serta tulisan ISIS dan kami tidak takut Polisi. Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, diketahui bahwa siswa tersebut mendapat doktrin dari seorang berinisial SQ warga Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang.

 Polisi juga sudah menyita tiga baju bertuliskan paham ISIS milik SQ. Sementara itu, pihak sekolah tak bersedia memberikan keterangan terkait adanya selebaran yang beredar di sekolah mereka.

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?