Menko Maritim Minta Tarif Impor Garam Diberlakukan

Sistem kuota selama ini merugikan petani garam lokal.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Jan 2016 19:37 WIB

Author

Ninik Yuniati

Menko Maritim Minta Tarif Impor Garam Diberlakukan

Ilustrasi. Petani garam. Foto: Setkab.go.id

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli meminta Kementerian Perdagangan memberlakukan tarif impor garam. Kata dia, sistem tarif ini untuk mengganti sistem kuota yang selama ini merugikan petani garam lokal. Kata dia, petani lokal wajib dilindungi meski saat ini berlaku perdagangan bebas. Menurutnya, upaya yang sama juga dilakukan oleh negara lain seperti Cina, Jepang, Korea dan Amerika.  

"Kami minta kepada Departemen Perdagangan untuk menetapkan tarif yang lumayan antara 150 rupiah (per kilogram) atau berapa, untuk melindungi petani garam di dalam negeri. Kita memang harus mengajukan, misalnya kita ingin melindungi petani garam kita karena dampaknya yang luas, kita ingin menetapkan tarif segini, itu memang harus diperjuangkan melalui forum internasional," kata Rizal Ramli di Kemenko Kemaritiman, Kamis (21/1/2016).

Rizal Ramli menambahkan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas garam rakyat menjadi garam industri. Kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menganggarkan 100 miliar rupiah. Menurutnya, ditargetkan tahun ini dari program tersebut bisa dihasilkan 1 juta ton garam industri. 

"Tadi saya dapat laporan, sudah dibudgetkan untuk tahun ini sekitar 100 miliar, agar supaya satu juta ton garam rakyat bisa naik kualitasnya jadi garam industri," kata Rizal.

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada