Share This

Kubu Ical Mau Saja Gelar Munas

Kompromi jadi solusi tengahi kedua kubu.

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 01 Jan 2016 11:51 WIB

Author

Sasmito

Kubu Ical Mau Saja Gelar Munas

Lambang partai Golkar

KBR, Jakarta- Ketua Harian Golkar hasil Munas Bali, MS Hidayat mengaku tidak keberatan jika partainya menggelar musyawarah nasional (Munas) untuk mengatasi kekosongan kepengurusan DPP Partai Golkar mulai hari ini. Menurutnya, Munas merupakan solusi yang mungkin untuk menyelesaikan masalah antara kubu Aburizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono. Kata dia, jika Munas dilaksanakan, kemungkinan besar, Aburizal Bakrie akan dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum.

"Ada keinginan melaksanakan Munas segera. Sementara Aburizal dan kawan-kawan masih mengangap Bali yang masih diakui keabsahaannya. Polemik ini mungkin bisa segera diakhiri bila ada kompromi," ujarnya saat dihubungi KBR, Jumat (01/01).

MS Hidayat menambahkan kedua pihak juga harus siap melakukan kompromi agar masalah partai Golkar tidak berlarut-larut.

Kubu Golkar versi Agung Laksono ngotot agar Mahkamah Partai menggelar Munas. Menurut Agung, Golkar tak punya lagi pemimpin pasca berakhirnya Golkar versi Munas Riau kemarin. Sementara versi Munas Bali yang juga memenangkan kubu Ical, belum disahkan KemenkumHAM.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.