Kompensasi Warga Terdampak Persiapan Pengeboran Gas Lapindo Berupa Paket Sembako

Nantinya, tokoh masyarakat setempat atau pengurus RT dan RW akan mengelola dan menyalurkan sembako ke warga.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Jan 2016 11:51 WIB

Author

Eli Kamilah

Kompensasi Warga Terdampak Persiapan Pengeboran Gas Lapindo Berupa Paket Sembako

Ilustrasi. (Foto: lifting.migas.esdm.go.id)

KBR, Jakarta - Perusahaan minyak dan gas Lapindo Brantas Inc. bakal memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak pengeboran jilid II. Pengeboran kali ini bakal di sumur gas Tanggulangin  1.

Juru Bicara Lapindo Brantas Inc. Arief Setya Widodo mengatakan kompensasi akan diberikan kepada warga berupa baan kebutuhan pokok.

Nantinya, tokoh masyarakat setempat atau pengurus RT dan RW akan mengelola dan menyalurkan sembako ke warga.

"Untuk kompensasi, karena kita masih dalam tahap pengurukan maka sesuai aturan SKK Migas, tidak boleh memberikan dalam bentuk cash. Tetapi kita memberikan sembako. Paket sembako diserahkan kepada masyarakat, mereka yang mengelola. Nanti kita yang menyediakan berapa dana yang dibutuhkan untuk sembako itu," kata Arief Setya Widodo kepada KBR, Kamis (7/1/2016).

Perusahaan minyak dan gas Lapindo Brantas Inc. berencana kembali melakukan pengeboran di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Arief Setya Widodo mengklaim sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk meyakinkan masyarakat supaya tidak khawatir dengan kegiatan pengeboran.

Arief mengatakan lokasi pengeboran merupakan lokasi di sumur lama, yang sudah pernah dibor tahun 2001. Sumur Tanggulangin 1 berada tak jauh dari pusat semburan lumpur panas Lapindo di Porong. Sumur gas itu sudah berproduksi sampai sekarang, namun volume produksi terus menipis.

"Untuk memenuhi kebutuhan migas di Jawa Timur kita diminta untuk meningkatkna produksi. Jadi salah satunya, kita akan lakukan eksplorasi di Sumur Tanggulangin 1," kilah Arief.

Untuk eksplorasi targetnya diperkirakan dimlai awal Maret 2016.

Pengeboran dilakukan hampir 10 tahun sejak bencana semburan lumpur Lapindo pada 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas meluap bertahun-tahun hingga menggenangi area seluas lebih dari 600 hektar, menyebabkan ratusan ribu warga kehilangan rumah, lahan dan tempat usaha.

Para pendamping warga dan LSM WALHI Jawa Timur menyebut warga masih trauma dan menolak rencana pengeboran jilid II tersebut.

Pada awal Januari ini, sekitar 500 aparat keamanan dari polisi dan TNI dikerahkan untuk menjaga proses persiapan pengeboran di sumur gas Tanggulangin, di Desa Kedung Banteng.

Editor: Agus Luqman  
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Vaksinasi Covid-19 dan Ancaman Hoaks

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bencana Kala Pandemi dan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Kabar Baru Jam 10