Kementerian Agama Upayakan Pengislaman Kembali Pengikut Gafatar

Kementerian Agama mengupayakan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kembali memeluk Islam.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Jan 2016 16:37 WIB

Author

Ninik Yuniati

Kementerian Agama Upayakan Pengislaman Kembali Pengikut  Gafatar

Pengungsi Gafatar di panti Bina Sosial Cipayung, Jakarta (Foto: KBR/Ade I.)

KBR, Jakarta- Kementerian Agama mengupayakan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kembali memeluk Islam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pembinaan intensif akan diberikan kepada mereka.

Kata Lukman, pembinaan tersebut dilakukan oleh para ulama dan penyuluh agama secara dialogis. Hal ini dilakukan lantaran ajaran Gafatar dinilai tidak sejalan dengan Islam dan telah menimbulkan permasalahan sosial.

"Yang mereka namakan dengan millah Abraham, yang sebenarnya tidak ada sejarah yang menyatakan seperti itu. Dan ini tentu menimbulkan keresahan di khususnya umat Islam. Karena sebagian besar pengikut gerakan ini yang awalnya beragama Islam, itu lalu kemudian meninggalkan ajaran-ajaran pokok agama," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  Hakim di Balai Kota, Jakarta, Jumat (29/1). 

Lukman melanjutkan, "kami melalui penyuluh agama melakukan bimbingan, mereka diupayakan kembali ke paham keagamaannya."

Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, Kementerian agama dan sejumlah kementerian terkait terus mengupayakan pemulangan eks-Gafatar. Kata dia, mereka akan ditempatkan di titik-titik penampungan di sejumlah wilayah selama beberapa waktu. Sementara, terkait masalah kepemilikan aset serta persoalan terkait hukum tetap ditangani oleh aparat penegak hukum.

"Ini juga bagian yang harus diselesaikan, karena kami mendengar sebagian anggota itu, sebagian sudah menyerahkan harta benda kepada pimpinannya, tentu ini nanti akan diselesaikan secara hukum," kata Lukman. 

Sebelumnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar),   menolak dianggap sesat. Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful Tumanurung beralasan, Gafatar tidak memiliki paham yang sama dengan Islam.

"Kami menyatakan sikap telah keluar dari keyakinan dan paham keagamaan Islam mainstream di Indonesia. Dan tetap berpegang teguh pada paham Millah Abraham sebagai jalan kebenaran Tuhan seperti yang telah diikuti dan diajarkan oleh para nabi dan rasul Allah SWT," kata Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful Tumanurung, Selasa (26/01/2016). 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin menyatakan Gafatar menyebarkan ajaran menyimpang, terutama dari agama Islam. Cap sebagai aliran sesat itu dialamatkan lantaran para pengikut Gafatar dituduh tidak menjalankan ibadah layaknya agama Islam pada umumnya, seperti puasa dan shalat lima waktu.

Akibat fatwa sesat di berbagai daerah pada Selasa  petang (19/01/2016) ratusan  orang menyerang permukiman Gafatar di desa Moton, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Mereka mengamuk lantas  membakar permukiman. Akibat serangan itu ribuan pengikut Gafatar terpaksa mengungsi. 


Editor: Rony Sitanggang 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste