Dituding Sesat, Petinggi Gafatar Datangi Kejaksaan Agung

"Kita kan datang kemari ini supaya persoalan segera selesai. Karena kan kami juga tidak mau digantung masalah ini"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Jan 2016 15:43 WIB

Author

Ria Apriyani

Dituding Sesat, Petinggi Gafatar Datangi Kejaksaan Agung

Eks Ketua Gafatar, Mahful Tumanurung saat menggelar konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta. (Foto: KBR/Bambang H.)

KBR, Jakarta-  Ketua Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful Tumanurung,  memenuhi panggilan Jaksa Agung Muda Intelijen. Kehadirannya  ingin meluruskan semua kesalahpahaman yang ada mengenai organisasi masyarakat yang sempat dipimpinnya. Untuk itu, ia akan menjawab semua pertanyaan dari tim Kejaksaan mengenai organisasi masyarakat Gafatar.

"Kita kan datang kemari ini supaya persoalan segera selesai. Karena kan kami juga tidak mau digantung masalah ini," ujar Ketua Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful Tumanurung,  saat ditemui di Kejagung, Jumat (29/01/2016).

Ia juga mempertanyakan fatwa sesat yang diturunkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah. Padahal, organisasi ini sudah dibubarkan sejak 13 Agustus 2015. Pihak Gafatar mengaku beberapa kali mengajak berdialog, namun tidak ditanggapi.

Mahful berharap pemerintah bisa lebih tegas menangani masalah ini. Ia menekankan, terutama, untuk kelanjutan nasib anggota eks Gafatar.

"Harapan kami ya pemerintah bisa mengambil sikap untuk pengusutan kasus ini. Sikap yang tegas, adil, dan bijak. Sehingga teman-teman kembali ke masyarakat dengan tenang. Bisa kembali memulai hidupnya yang sudah terampas masa depannya di Kalimantan. Syukur-syukur kami bisa dikembalikan ke Kalimantan," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) juga meminta MUI mengeluarkan fatwa sesat Gafatar. Jaksa Agung Muda Intelijen, Adi Toegarisman, mengatakan permintaan ini didasarkan pada hasil investigasi Tim Pakem. Namun, Mahful   baru dipanggil Kejagung untuk bertemu hari ini.

Akibat fatwa sesat di berbagai daerah pada Selasa  petang (19/01/2016) ratusan  orang menyerang permukiman Gafatar di desa Moton, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Mereka mengamuk lantas  membakar permukiman. Akibat serangan itu ribuan pengikut Gafatar terpaksa mengungsi. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Tanda Kekuasaan Allah di Mesir

Siapa Nama Firaun pada Masa Nabi Musa

Kabar Baru Jam 7

Prokes Buat Objek Wisata, Mungkin Diterapkan?

Surat At-Tin: Ayat-ayat Berupa Fakta Arkeologi