Bupati Jombang Tolak Pemulangan Gafatar

Pemkab baru menerima bila mengantongi surat pindah resmi kependudukan dari daerah asalnya.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 22 Jan 2016 16:10 WIB

Author

Muji Lestari

Bupati Jombang Tolak Pemulangan Gafatar

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko (Foto: KBR/Muji L.)

KBR,Jombang– Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menolak rencana pemulangan warga  Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Pernyataan tegas itu dilontarkan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, Jumat (22/01/16). Namun seandainya kembali ke Jombang, Menurut Nyono, mensyaratkan eks Gafatar yang akan kembali harus mengantongi surat pindah resmi kependudukan dari daerah asalnya.

Di kabupaten Jombang ada sejumlah keluarga yang terindentifikasi bergabung dengan kelompok Gafatar,  salah satunya adalah warga yang ada di Desa Tugu Sumberejo dan warga Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto. Rencananya dalam waktu dekat seluruh eks Gafatar yang saat ini sudah berada di pengungsian Pontianak akan dipulangkan ke daerah asal, termasuk ke Jombang.

“Kalau belum ya harus syarat-syarat itu dipenuhi. Sampai hari ini belum ada kabar bahwa yang bersangkutan pulang ke Jombang. Sehingga kita tidak bisa mengandai-andai barangkali nanti pulang ke Jombang pasti kita koordinasi dengan rekan-rekan forum koordinasi Pemerintah daerah. Seandainya diterima itu harus diperlakukan yang bagaimana”, kata Nyono.

Sementara sejumlah tokoh agama mendukung langkah Bupati untuk proses tertib administrasi tersebut.  Pihak ulama akan membantu  pembinaan mental jika pemerintah sudah secara resmi menerima mereka untuk kembali ke tempat asalnya.

Zulfikar As’ad, pengasuh pondok pesantren tinggi Darul Ulum Jombang mengatakan, kejelasan status kependudukan ini harus dipastikan untuk memberikan kejelasan nasib eks Gafatar tersebut. Sedangkan, soal pembinaan spiritual pihak pesantren menyatakan siap.

Rencananya hari ini 3000 jiwa eks Gafatar yang sudah berhasil didata  di pengungsian  kota Pontianak akan dipulangkan. Beberapa diantaranya terdata berasal dari Jombang, Jawa Timur.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?