Bagikan:

Anggota Gafatar Asal Banyuwangi Ingin Kembali ke Menpawah

Pasalnya seluruh harta bendanya sudah dijual untuk membeli lahan di Menpawah.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Jan 2016 14:06 WIB

Anggota Gafatar Asal Banyuwangi Ingin Kembali ke Menpawah

Ilustrasi: Pengungsi Gafatar sementara ditampung di panti Bina Sosial Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: KBR/Ade H.)

KBR, Banyuwangi- Sebanyak 18 orang  anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, ingin kembali ke  Kabupaten Menpawah Kalimantan Barat, tempat mereka melakukan aktivitas selama ini.
Salah satu pengungsi Winarno mengatakan, lebih betah tinggal di Kalimantan daripada harus kembali lagi ke tempat asalnya.

Alasannya kata Winarno,  di kabupaten Menpawah dia sudah mempunyai pekerjaan yaitu bertani. Selain itu jika harus kembali ke daerah asalnya sudah tidak punya tempat tinggal. Pasalnya  seluruh harta bendanya sudah dijual untuk membeli lahan di  Menpawah.

Winarno membantah jika dikaitkan dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Karena  ketika dia memutuskan pindah dari Banyuwangi ke Kabupaten Menpawah organisasi Gafatar itu sudah dibubarkan. Dia mengaku masih bingung  penyebab  pengusiran dirinya bersama ribuan orang lainnya  lainya dari Kabupaten Menpawah.

“Kalau di sana itu secara organisasi itu sudah tidak berjalan. Karena sebelum teman-teman ke sana itu disini kan sudah dibubarkan itu oleh pemerintah," ujar Winarno pengungsi Gafatar, Kamis (28/01/2016).

Winarno melanjutkan, "dan teman- teman yang mengikuti itu kan sadar diri memang kalau tidak dikehendaki pemerintah. Ya sudah kalau disuruh membubarkan ya membubarkan diri. Dan itu sudah membubarkan diri kalau tidak salah itu Agustus 2014 ."

Winarno menambahkan, di Mempawah telah membeli tanah seluas 5 hektare. Dia membantah tanah tersebut dibelikan ormas Gafatar yang selama ini diisukan.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending