Petani di Pati Gagal Panen Karena Padi Terendam Banjir

KBR68H, Jakarta - Banjir yang menerjang Pati, Jawa Tengah mengakibatkan petani gagal panen.

NUSANTARA

Selasa, 28 Jan 2014 11:18 WIB

Author

Dimas Rizky

Petani di Pati Gagal Panen Karena Padi Terendam Banjir

petani pati, petani gagal panen, padi terendam banjir

KBR68H, Jakarta - Banjir yang menerjang Pati, Jawa Tengah mengakibatkan petani gagal panen. Padahal petani hanya tinggal menunggu hitungan hari untuk memanen padi. Pengurus Serikat Petani Pati, Gunretno mengatakan, saat ini petani hanya bisa menjala ikan di lokasi terdampak banjir untuk bertahan hidup. Petani juga tak bisa memastikan kapan bisa kembali bercocok tanam.

"Petani jangan terus tunggu ada bantuan. Kayaknya pemerintah tidak akan mampu melayani bencana seluas ini. Dengan adanya bencana ini kita harus bisa bekerja apa, mencari ikan atau apa untuk penghidupan. Kayaknya banjir ini kalau mau bertanam lagi harus tunggu surut dulu. Nah surutnya kapan kita belum tahu," ujarnya dalam program Sarapan Pagi KBR, Selasa (28/1).

Pengurus Serikat Petani Pati, Gunretno menambahkan, banjir saat ini terbesar kali kedua yang menimpa daerahnya. Bencana serupa juga pernah terjadi pada 1992 lalu. Bencana banjir semakin meluas di Jawa Tengah. Setidaknya banjir terdapat di Demak, Kudus, Jepara, Pati. Banjir di Jawa Tengah telah menutup akses jalan nasional, tepatnya di jalan Pantai Utara yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Pati. Di Kudus tercatat setidaknya sekitar dua ribuan warga mengungsi.


Editor: Fuad Bakhtiar

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.