Tokoh dan Musiknya: Dede Oetomo

Senin, 23 Mei 2016 18:07 WIB

Dede Oetomo

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Lagu-lagu dari album Pink Floyd, The Wall, menurut Pendiri GAYa Nusantara dan Akademisi, Dede Oetomo, adalah penggambaran masyarakat kapitalis yang tidak beda dengan tumpukan batu bata yang tersusun jadi tembok. Baginya, lagu-lagu itu juga punya nostalgia tersendiri karena dirilis diakhir tahun 70-an. Selain itu, ada lagu lain dari era 70-an yang mengingatkan masa kegalauannya ketika berada di New York saat itu. 

Apa kira-kira lagu ini, simak cuplikannya berikut ini. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Jokowi Bersedia Temui Keluarga Novel

  • Siang ini Pansus Angket KPK Umumkan Temuan Sementara
  • Warga Ancam Blokir Lalulintas Pabrik Semen Indonesia
  • Lazio Konfirmasi Wesley Hoedt Bakal Gabung Southampton

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR