Ratusan Disekap di Arab Saudi, BNP2TKI Duga 6 Agen TKI Terlibat

"Kita masih melakukan penyelidikan PJTKI yang diduga terlibat. Tapi itu masih dalam proses penyelidikan, belum ada kesimpulan."

Senin, 17 Apr 2017 08:31 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Sebanyak Enam Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) diduga terlibat dalam penyekapan ratusan TKI di Arab Saudi.  Sekretaris Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Hermono mengatakan PJTKI itu mayoritas berasal dari Jakarta. 

Kata dia, PJTKI tersebut masih diselidiki tim khusus yang dikomandoi Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kita masih melakukan penyelidikan PJTKI yang diduga terlibat. Tapi itu masih dalam proses penyelidikan, belum ada kesimpulan. (Enam tadi ya pak?) iya. Karena banyak TKI yang ngaku-ngaku diberangkatkan PT ini. Tapi kan ini masih dalam pengakuan TKI saja," ujarnya kepada KBR, Minggu, (16/4/2017).

Tim yang terdiri dari BNP2TKI, Polri, Kementerian Luar Negeri itu juga masih menyelidiki kepastian jumlah TKI yang masih disekap di Arab Saudi. Pemerintah, kata Hermono masih berbekal keterangan dari 10 TKI yang sudah dipulangkan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyebut telah menginvestigasi perusahaan penyalur di Arab Saudi, Al Juraisy sejak Februari lalu. Agen Al Juraisy diduga menyelundupkan TKI ke Riyadh melalui jalur nonprosedural dengan menggandeng perusahaan di Indonesia. Selain itu, kontak dengan individu-individu di daerah seperti calo juga diduga dilakukan oleh agen ini.

Dirjen Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan telah mengantongi nama-nama yang terlibat dalam penyaluran TKI ini dan telah memberikannya kepada kepolisian. Kata dia, belum ditemukan adanya keterlibatan dari unsur pemerintah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.