Gempa Rusak 218 Rumah di Kabupaten Lebong Bengkulu

Gempa menyebabkan 218 rumah di rusak di Kecamatan Lebong Atas. Dari jumlah itu, ada 36 rumah rusak berat, 77 rusak sedang dan 105 rusak ringan.

Kamis, 07 Des 2017 15:33 WIB

Data Gempa Kabupaten Lebong, Bengkulu, Rabu (6/12/2017). (Foto: BMKG)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Lebong - Ratusan rumah di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu rusak akibat diguncang gempa dangkal berkekuatan 5,1 Skala Richter.

Gempa terjadi pada Rabu (6/12/2017) dinihari sekitar pukul 03.46 WIB dengan pusat gempa enam kilometer arah barat daya Kabupaten Lebong, dengan kedalaman 10 kilometer.

Kecamatan yang paling parah terdampak gempa adalah Kecamatan Pelabai dan Lebong Atas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong baru merampungkan pendataan kerusakan di Kecamatan Lebong Atas. 

Pelaksana tugas Kepala BPBD Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi mengatakan gempa menyebabkan 218 rumah di rusak di Kecamatan Lebong Atas. Dari jumlah itu, ada 36 rumah rusak berat, 77 rusak sedang dan 105 rusak ringan.

"Kami baru merampungkan data kerusakan di Kecamatan Lebong Atas. Sedangkan untuk Kecamatan Pelabai, tim masih melakukan pendataan lapangan bersama perangkat kecamatan setempat," kata Fakhrurrozi kepada KBR, Kamis (7/12/2017). 


Salah satu rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, Kamis (7/12/2017). (Foto: BPBD Lebong)

Fakhrurrozi mengatakan BPBD dan Pemerintah Kabupaten Lebong sudah menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak gempa.

"Petugas kami sekarang masih terus ke lokasi mengantarkan bantuan. Bantuannya berupa makanan, selimut, terpal dan peralatan mandi," kata Fakhrurrozi.

BPBD akan melaporkan data kerusakan itu ke pemerintah Kabupaten, supaya meminta bantuan dari pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membantu korban gempa. 

"Agar rumah yang rusak bisa dibantu direhab kembali. Kabarnya besok Plt Gubernur Bengkulu akan datang ke lokasi," kata Fakhrurrozi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Pemerintah Godok Opsi Format Pencantuman Agama Kepercayaan Di KTP

  • PLN Siap Jalani Putusan MK Soal Aturan Nikah Teman Sekantor
  • Polisi Banyuwangi Perketat Keamanan Objek Vital
  • Statistik Opta: Rooney Masih Garang Cetak Peluang Menjadi Gol

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi