Jokowi Luncurkan Program Peremajaan Sawit

Setelah sawit Presiden Jokowi juga akan meremajakan tanaman karet, kopi, kakao, dan pala

Jumat, 13 Okt 2017 20:05 WIB

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) melakukan penanaman tumpang sari bersama para petani saat launching penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit di Desa Panca Tunggal, Sungai Lilin, Kabupaten Musi banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (13/10).

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meluncurkan program peremajaan kebun kelapa sawit di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebanyak 4.400 hektare kebun sawit diremajakan karena pohonnya rata-rata sudah tua, yakni antara 20-25 tahun. Dengan peremajaan ini, diharapkan produksi sawit bisa mencapai 8 ton pertahun atau naik 6 ton dari produksi sekarang.

Setelah Sumatera Selatan, Jokowi bakal meresmikan program yang sama di Sumatera Utara, Riau dan Jambi

"Ini memang tahun ini kita akan konsentrasi dulu di pulau Sumatera. Tahun depan baru akan saya dorong untuk masuk ke Kalimantan. Kita memang kerja ini penginnya fokus. Biar gampang dicek, gampang dikontrol. Ini perlu saya ingatkan, hari ini, nanti sudah mulai peremajaan, replanting, ditanam. Tapi setahun lagi, atau awal 2019, akan saya cek kembali. Kerja dengan saya pasti saya cek, enak aja tidak dicek," kata Jokowi dalam keterangan resmi dari Biro Pers Istana, Jumat (13/10/2017).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan telah ada puluhan perusahaan besar siap menjadi pembeliĀ  produk sawit rakyat. Mereka juga berkomitmen membangun pabrik kelapa sawit.

"Ada 26 perusahaan besar. Mereka sudah tanda tangan. Mereka akan beli, akan bangun pabrik kelapa sawit," kata Darmin saat mendampingi Presiden

Jokowi mengatakan setelah sawit, tanaman lain yang segera diremajakan adalah karet, kopi, kakao, dan pala. Ia ingin produk komoditas lokal bisa bersaing dengan negara lain.

"Masak kita kalah sekarang dengan Vietnam urusan pala. Kopi kalah dengan Brasil dan Kolombia. Tanah kita subur makmur kok, karena tidak pernah diremajakan," tutur Jokowi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.