Panglima TNI: Jangan Pernah Ragukan TNI Pak Jokowi

TNI siap menjalankan tugas negara dan tidak pernah mengenal kata gagal dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senin, 19 Jun 2017 21:58 WIB

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo di Jakarta. Foto ANTARA

KBR, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Nurmantyo meminta Presiden Joko Widodo tidak meragukan TNI. Kata dia, TNI siap menjalankan tugas negara dan tidak pernah mengenal kata gagal dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini dikatakan Gatot di hadapan Jokowi dalam acara buka puasa bersama dengan prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Kalau TNI gagal, maka negara ini akan hilang. Sekecil apapun tugas, dengan cara apapun TNI akan melakukan tugas-tugas dari negara. Ini yang perlu Bapak benar-benar yakinkan kepada TNI. Kalau sekarang ada riuh-riuh segala macam, itu hanya bumbu-bumbu saja. Dan itu adalah cara TNI agar negara ini utuh dalam NKRI," kata Gatot di Mabes TNI pada Senin (19/6).

Di hadapan Jokowi, Panglima TNI menjelaskan bahwa struktur organisasi TNI berbeda dengan organisasi lain. Kesatuan komando menjadi hal yang sangat penting karena TNI memiliki sistem persenjataan.

"Saya jamin di TNI ini terlaksana dan kalau tidak terlaksana maka saya yang bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara komando tertinggi TNI berada di tangan Presiden. "Di NKRI kesatuan komando itu langsung dari Presiden RI paling tinggi, kepada panglima TNI dan ke bawahnya," ungkapnya.

Presiden: TNI dan Rakyat Ibarat Ikan dan Air

Di acara yang sama, Presiden Joko Widodo meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut memupuk toleransi antarumat beragama. Kata dia, ini sesuai dengan pesan Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman tentang peran TNI. Jokowi juga memerintahkan agar TNI berperan untuk menghentikan penyebaran paham terorisme dan kelompok yang anti-Pancasila.

"Penyebaran paham terorisme dan perongrong ideologi negara harus dihentikan, jangan sampai mereka memakan korban lagi. Jangan sampai jatuh korban lagi," kata Jokowi.

Jokowi berharap, TNI menyebarkan ketenteraman dalam masyarakat. Ia mengibaratkan TNI dengan rakyat seperti air dan ikan yang tidak bisa dipisahkan. "TNI dan rakyat itu seperti air dan ikan tak bisa dipisahkan. Karena itu buatlah tenteram hati rakyat," kata Jokowi.

Sementara terkait momentum Lebaran 2017, Jokowi meminta TNI mendukung penuh tugas-tugas Kepolisian dalam menjaga keamanan.  (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!