Kondisi Novel Baswedan, Mata Belum Pulih Hidung Bermasalah

Saat ini, kata Febri, tim medis mempertimbangkan melakukan penanganan alternatif, termasuk kemungkinan operasi untuk menyelamatkan indra penglihatan Novel.

Jumat, 21 Apr 2017 16:59 WIB

Poster solidaritas untuk penyidik KPK Novel Baswedan di Kantor PUKAT UGM, Yogyakarta, Selasa (11/4/2017). Novel diserang orang tak dikenal menggunakan air keras pada 11 April. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami masalah pada rongga hidungnya, karena dampak teror siraman air keras yang terjadi 11 April lalu.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan meski secara keseluruhan kondisi Novel membaik, namun saat ini Novel harus menjalani perawatan khusus pada hidungnya.

"Ada temuan baru dari dokter THT, ternyata efek air keras itu juga mengenai rongga hidung Novel. Sampai hari ini masih dilakukan perawatan terus menerus," kata Febri Diansyah di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Kondisi itu membuat perawatan Novel Baswedan kemungkinan bakal lebih lama. Karena, kata Febri, kornea mata Novel yang sebelumnya terkena air keras juga masih belum menunjukkan perbaikan.

Saat ini, kata Febri, tim medis mempertimbangkan melakukan penanganan alternatif, termasuk kemungkinan operasi untuk menyelamatkan indra penglihatan Novel.

"Belum ada pertumbuhan selaput yang hitam atau yang kornea," kata Febri.

Meski demikian, kata Febri, penyidik KPK itu saat ini sudah mulai bisa melihat dan membaca huruf-huruf berukuran besar seperti judul koran atau majalah.

Baca juga:

Penyidikan Polri

Meski sudah lebih dari sepekan pasca serangan terhadap Novel Baswedan, Mabes Polri belum membeberkan pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Juru bicara Mabes Polri Rikwanto mengatakan penyidikan masih dilakukan dengan merekonstruksi wajah terduga pelaku Novel.

"Semua ciri-ciri kami kumpulkan, baik dari CCTV maupun dari keterangan petugas keamanan di sana. Kita coba bangun seperti apa kira-kira penampilan wajah terduga pelaku," kata Rikwanto, di Mabes Polri Jumat, (21/4/2017).

Rikwanto juga merespon desakan publik yang ingin agar Polri secepatnya mengusut pelaku penyerangan Novel Baswedan itu. Rikwanto, mengatakan kasus penyerangan Novel bukan perkara mudah karena banyak faktor yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu ketenangan korban maupun keluarganya. Apalagi, kata Riwanto, Novel kerap mendapat ancaman.

"Tapi kita akan bekerja sungguh-sungguh menangani kasus ini. Memang faktor yang dihadapi saudara Novel itu luar biasa, ancaman terhadap dirinya sebagai penyidik KPK yang sedang menangani kasus besar juga banyak," kata Rikwanto.

Sampai saat ini penyidik Polri sudah dan masih memeriksa 16 saksi terkait insiden penyerangan Novel Baswedan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.