Dewan Pers: TNI Jangan Tergesa Labeli Berita Tirto.id sebagai Hoax

Menurut Nezar, Tirto.id juga bisa balik melaporkan institusi TNI ke Dewan Pers atas tudingan itu, untuk menguji kebenaran dari berita yang dipersoalkan TNI.

Jumat, 21 Apr 2017 22:42 WIB

Rilis TNI atas laporan investigasi Allan Nairn tentang upaya makar yang diterbitkan Tirto.id. (Foto: tni.mil.id)


KBR, Jakarta - Anggota Dewan Pers Nezar Patria menyarankan lembaga TNI melaporkan media Tirto.id ke Dewan Pers jika merasa keberatan dengan isi laporan media tersebut tentang upaya makar.

Nezar Patria mengatakan laporan ke Dewan Pers lebih profesional ketimbang menempuh jalur hukum ke polisi. Mekanisme pelaporan ke Dewan Pers, kata Nezar, sesuai dengan Undang-undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

Jika ada laporan dari TNI, kata Nezar, maka Dewan Pers bisa menguji tulisan wartawan asing Allan Nairn di media Tirto.id yang menyebut keterlibatan Panglima TNI Gatot Nurmantyo maupun perwira TNI dalam upaya makar terhadap pemerintahan Jokowi.

"TNI bisa menempuh jalur profesional dengan mengadukan Tirto.id ke Dewan Pers, kalau mereka merasa ada bagian-bagian yang salah dari tulisan yang dimuat oleh Tirto itu. Ada baiknya diperiksa detail secara jurnalistik," kata Nezar Patria saat dihubungi KBR, Jumat (21/4/2017).

Nezar Patria juga mengomentari sikap TNI yang menyebut tulisan Allan Nairn di Tirto.id sebagai hoax atau berita palsu. Menurut Nezar, Tirto.id bisa balik melaporkan institusi TNI ke Dewan Pers atas tudingan itu, untuk menguji kebenaran dari berita yang dipersoalkan TNI.

"Sebaiknya tidak tergesa-gesa melabeli media-media yang terdaftar di Dewan Pers dan yang kita kenal reputasinya dengan berita hoax. Mereka memproduksi informasi sesuai dengan standar jurnalistik," tambah Nezar.

TNI berencana melaporkan Tirto.id ke Mabes Polri, karena mempublikasikan hasil investigasi wartawan asing Allan Nairn tentang upaya makar terhadap pemerintahan Joko Widodo, pada Rabu (19/4/2017).

Publikasi Tirto.id itu merupakan terjemahan dari versi bahasa Inggris yang diterbitkan sebelumnya di media online The Intercept. Media ini sebelumnya dikenal dengan publikasi dokumen-dokumen pemerintah Amerika Serikat yang dibocorkan bekas pegawai Badan Pertahanan Nasional Amerika Serikat (NSA) Edward Snowden.

Dalam laporan Tirto.id yang dipersoalkan TNI, Allan Nairn menyebut ada keterlibatan TNI dalam upaya makar dengan membonceng gerakan aksi antipenistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Allan juga menulis pengakuan dari bekas perwira TNI Kivlan Zein, bahwa upaya makar itu mendapat restu dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Allan juga menyebut ada sejumlah perwira TNI aktif maupun pensiunan TNI yang mendukung upaya makar itu, dengan dalih mengamankan NKRI dari gerakan Komunis Gaya Baru (KGB).
 
Menanggapi pemberitaan itu, Mabes TNI mengeluarkan sikap resmi dengan menyatakan laporan tersebut sebagai tidak benar alias hoax. Dalam rilis yang dimuat di situs resmi tni.mil.id, Kepala Pusat Penerangan TNI Wuryanto mengatakan isi laporan Allan Nairn itu tidak sesuai fakta. Mestinya, kata Wuryanto, penulis dan redaksi Tirto.id mengkonfirmasi dulu ke pihak TNI sebelum mempublikasikan berita itu.

"Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Wuryanto dalam siaran pers yang dirilis Jumat (21/4/2017).

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!