Banjir di Bekasi, Pemkot Minta Pengembang Apartemen GKL Tanggung Jawab

Pemerintah daerah Kota Bekasi akan menggelar pertemuan dengan sejumlah dinas terkait pada Selasa (21/3/2017) untuk membahas pertanggungjawaban pengembang.

Senin, 20 Mar 2017 15:37 WIB

Sepeda motor mogok di genangan banjir di Jl Pangeran Jayakarta, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi Jawa Barat meminta pengembang apartemen Grand Kamala Lagoon bertanggung jawab atas banjir di Pekayon, Bekasi Selatan.

Koordinator Satuan Reaksi Cepat (SRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Ahmad Dumyati mengatakan pemerintah daerah akan menggelar pertemuan dengan sejumlah dinas terkait pada Selasa (21/3/2017) untuk membahas pertanggungjawaban pengembang.

Dumyati mengatakan sejauh ini pihak pengembang sudah mengisyaratkan akan bertanggung jawab atas banjir di Bekasi Selatan tersebut.

"Kalau untuk yang di Bekasi Selatan itu penyebabnya karena seminggu sebelum hujan lebat, tanggulnya terkena alat berat backhoe. Pekerjaan yang dilakukan oleh apartemen Grand Kamala Lagoon. Dan itu belum sempat dibenahi, sudah terjadi hujan dan airnya terdorong," kata Ahmad Dumyati kepada KBR, Senin (20/3/2017).

Baca juga:

Ahmad Dumyati menambahkan banjir di Pekayon Bekasi Selatan saat ini sudah surut. Begitu pula dengan banjir di sejumlah wilayah seperti di Rawalumbu, Taman Narogong, Harapanmulya, dan Perum Dosen IKIP Jatikramat, Kecamatan Jatiasih.

"Sudah surut, tapi cuaca sekarang sudah hujan lagi. Mudah-mudahan tidak separah kemarin. Warga juga sudah kembali ke rumah masing-masing," lanjut Dumyati.

BPBD belum bisa memperkirakan kerugian akibat banjir di sejumlah wilayah Kota Bekasi pada akhir pekan lalu. Ia tetap mengimbau warga tetap waspada karena hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim