Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin (kiri) dan Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno (kanan) menjawab pertanyaan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12). Foto: ANTARA


KBR, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk menyelidiki pemilik empat paspor WNI yang temukan Kepolisian Turki. Keempat paspor tersebut ditemukan Kepolisian Turki saat menggerebek markas pelaku teror pada awal tahun lalu.

Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Awi Setiyono mengatakan, koordinasi ini seputar pencocokan data yang dimiliki oleh Densus dengan identitas yang ada didalam paspor tersebut.

"Terkait dengan penemuan paspor dikasus teror bom di Turki hari ini juga kami sudah hubungi ke bapak Kadensus 88 Anti Teror. Terkait dengan kasus itu masih dilakukan verifikasi ya karena memang masih foto-foto dan dari Densus juga sudah koordinasi dengan Interpol untuk mengklarifikasi terkait dengan hal tersebut. Karena masih proses tentunya kita juga masih menunggu hasilnya yah," ujarnya kepada wartawan di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta.

Kata dia, koordinasi ini tidak melibatkan Kementerian Luar Negeri. Alasannya, Kepolisian Indonesia, khususnya Densus 88 Anti Teror memiliki koneksi langsung dengan Interpol. Dia berharap, proses ini tidak memerlukan waktu lama untuk mengungkap identitas keempat paspor tersebut.

"Ini hubungan langsung police to police yah, jadi langsung," ucapnya.

Sejumlah paspor WNI dilaporkan ditemukan di sebuah apartemen di Turki. Penemuan tersebut terungkap setelah kepolisian setempat melakukan penggeledahan untuk memburu pelaku penembakan di kelab malam Reina.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Turki bekerja sama dengan otoritas terkait masih mendalami keaslian empat paspor warga negara Indonesia yang ditemukan dalam operasi penggerebekan yang dilakukan polisi Turki. Penggerebekan tersebut dilakukan terkait serangan di sebuah kelab malam di Istanbul pada Tahun Baru lalu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi soal empat paspor tersebut sejak tanggal 4 Januari kemarin.

Dia memastikan, dari 40 orang yang ditangkap dalam penggerebekan itu, tidak ada satupun warga negara Indonesia diantaranya. Dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal siapa saja identitas yang ada didalam paspor tersebut.

Baca juga:
Turki Deportasi WNI Yang Ingin Gabung ISIS
Lebih dari 600 WNI Gabung Teroris di Suriah

Turki berbatasan darat sebelah selatan sepanjang 900 kilometer dengan Suriah.  Di tengah perang yang berkecamuk di Suriah dan Irak, peran Turki sangat penting, terutama bagi para calon militan yang akan bergabung dengan kelompok bersenjata. Pasalnya, jalur termudah menuju Suriah adalah via Turki, dengan bantuan penyelundup. Menurut pemerintah, sudah lebih dari 500 WNI yang saat ini bergabung dengan kelompok bersenjata.

Sejak tahun lalu, Turki mengaku telah mendeportasi 1.056 warga asing dan menetapkan larangan berkunjung terhadap 7.833 lainnya untuk mencegah rekruitmen militan.




Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!