Papua Original ketika manggung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Foto: Milda/Papua Original

KBR, Jakarta - Penggalan “Apuse” didendangkan secara akapela oleh Papua Original. Dengan sentuhan baru, lagu nasional ini mereka nyanyikan dalam sebuah konser di Taman Ismail Marzuki minggu lalu.

Konser itu sekaligus menandai peluncuran album kedua Papua Original yang bertajuk “Q, Torang Semua Dari Sana”.

Papua Original beranggotakan lima musisi kelahiran Papua; Ethoo, Bona, Ocha, Boii, dan Jimmi. Kelimanya bukan sosok asing di belantika musik tanah air.

”Kita kan latar belakangnya beda-beda, semua dari sana (Papua) sih. Cuma dibikin satu album lagu yang original ini, kita dikumpulin, terbentuklah Papua Original. Makin ke sini orang kenal kita, ini Papua Original, sebetulnya Papua Original nama album,” kata Bona, salah satu vokalis, mengisahkan awal mula terbentuknya Papua Original.

Papua Original terbentuk dan merilis album pertama satu dekade lalu.

Pada karya kedua ini, mereka menampilkan warna musik yang beragam menyimbolkan keterbukaan. Namun, Ethoo, sang pembentot bas dan music director, menjamin, karakter Papua tetap kental dalam setiap lagu.

“Yang sekarang lebih universal, musiknya lebih modern, agar kita bisa bersaing di industri nasional. Kalau terlalu tradisi juga, kita agak susah di sini. Jadi lain, cuma orang tahu lah Apuse itu mau dibikin apapun, tetap Apuse. Kita juga bisa menerima genre musik yang lain, makanya di album ini hampir semua genre ada, kecuali keroncong,” ucap Ethoo.

Album kedua ini juga merupakan wujud ungkapan terima kasih pada tanah kelahiran. Kendati telah sibuk bersolo karir, tidak lantas membuat Bona dan kawan-kawan, lupa dengan identitasnya.

“Saya lahir di Papua, saya kecil di Papua, saya tumbuh di Papua, itu banyak sekali. Saya tidak bisa mengembalikan apa-apa. Apa yang bisa saya berikan? Saya seorang musisi, kita cuma kasih lewat karya."

"Saya ceritain tentang Papua itu bagaimana, di sana orang hidup bagaimana, kekeluargaannya bagaimana, bertoleransi bagaimana. Cuma lewat lagu saya juga ingin karya-karya ini bisa dibuat, biar tak hanya di indonesia dan dunia bisa tahu."

Semangat kebersamaan juga dibawa anak-anak Papua Original di panggung konser.

Mereka mengundang seluruh musisi dan seniman Papua yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya untuk tampil pada malam itu. Selama hampir tiga jam, mereka menari dan menyanyi bersama penonton di panggung Graha Bhakti Budaya.

"Suatu gebrakan juga sih kemarin itu kita semua bisa kumpul sama-sama, bisa nari sama-sama, baru kemarin, semua baru kumpul. Akhirnya tadi malam itu terwujud semuanya, semua orang pulang, kita senang, kita happy," jelasnya.

Dengan terus berkiprah dan berkarya, Bona berharap musik dari kampung halaman mampu menasional dan mendunia.

“Kita menyampaikan bahwa kita di Papua juga bisa sejajar dengan musik-musik yang lain. Kita dari sana itu, meski banyak yang terbatas, tapi kita bisa sama dengan orang yang duluan sama kita,” terang Bona.

Boii, sang vokalis, juga berharap kerja keras Papua Original memotivasi anak-anak Papua untuk tetap berani bermimpi.





Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!