buruh, UMR, KHL, bekasi

Bantuan dari LPSK

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi dan beberapa stafnya petang itu menemui buruh korban kekerasan ormas di Rumah Sakit Hosana Medika Cikarang, Bekasi.  Kedatangan mereka kata Edwin atas permintaan keluarga korban.

“Dari orangtuanya meminta perlindungan, termasuk juga ada keluarga dari itu, mereka minta supaya LPSK memberi perhatian soal medis, termasuk juga persoalan keamanan yang mungkin saja ada persoalan di antara itu. Jadi, kami datang untuk melakukan investigasi, melakukan assesment sejauh mana kemudian kami bisa memberikan bantuan, termasuk perlindungan secara fisik,” katanya.

Tak hanya R, LPSK juga mendatangi dan memastikan kondisi korban lain yang berada di RS tersebut. Mereka adalah W, dan WCT. LPSK berjanji membantu pengobatan korban dan memberi perlindungan. “Kami sudah memberikan keputusan darurat, ada mekanisme darurat yang sudah kami putuskan untuk memberikan perlindungan terhadap empat orang korban dari kekerasan terhadap buruh di Cikarang. (Korban atau plus keluarga?) bisa dengan plus keluarga, tergantung apakah pihak keluarga juga mengalami ancaman teror, kalau konsen kami untuk saat ini terhadap korban. Tapi,  apabila ada perkembangan bahwa pihak keluarga juga mendapat teror ancaman, tentu tidak menutup kemungkinan untuk kami lindungi,” ujar Edwin usai mengunjungi para korban.

Kasus ini juga ikut diadvokasi para pegiat hukum dan hak azasi manusia. Aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)  mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)  menyelidiki  kinerja Kepala Kepolisian Bekasi,  Isnaeni Udjiarto yang dinilai lalai menjaga keamanan buruh saat mereka menggelar aksi damai, tegas Aktivis Divisi Hukum dan Advokasi Kontras, Munir.

“Pengawasan ke Polres Kabupaten Bekasi apakah tindakan pembiaran melakukan aksi unjuk rasa sudah prosedur atau tidak? Kita akan mengawal proses ini, yang sepuluh orang yang sudah ditangkap di Polda kita ingin pastikan bahwa itu sesuai prosedur, dan Kompolnas harus memanggil pihak-phak terkait, baik dari Poldanya, Kapolres Kabupaten Bekasi untuk dipanggil ke Kompolnas, meminta pertanggung jawaban bagaimana proses yang sudah dilakukan selama pengawalan aksi unjuk rasa yang legal, “ kata Munir usai menemui Kompolnas.

Menurut  Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)  Nyumarno selain Pemuda Pancasila, anggota ormas yang ikut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap buruh tergabung dalam Ikatan Putra-Putri Daerah (Ikappud) dan Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia (Aspelindo).  “Tangkap dan adili orang-orang yang mungkin menjadi otak dan dalang atau aktor-aktor intelektual penyerangan terhada buruh,” tegas pria berkepala gundul, ini.

Kepolisan Jakarta telah menangkap dan menetapkan 10 anggota Pemuda Pancasila sebagai tersangka .   Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Ronny F Sompie. “Artinya semua yang berkait dan perlu dijadikan saksi, ini kan bukan bicara pertanggung jawaban moral, kalau bicara penegakkan hukum kan bukan bicara tentang pertanggung jawaban moral, tetapi bagaimana kita melakukan proses penyidikan semua yang didengar keterangan itu memang berkait korelasinya, relevansinya, bahwa yang bersangkutan memang patut didengar keterangannya sebagai saksi, atau tersangka,“ tegas Ronny F Sompie.

Ormas Pemuda Pancasila mengakui  keterlibatan sebagian angotanya dalam penyerangan buruh di Bekasi. Menurut Ketua Bidang Hukum Pemuda Pancasila Pusat, Victor Sitanggang aksi kekerasan yang mereka lakukan sebagai bentuk  pembelaan terhadap perusahaan. Victor menuding demo buruh sudah meresahkan dan merugikan banyak pihak. Sementara kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) buru-buru membantah ikut terlibat dalam aksi kekerasan. Ketua Apindo Sofjan Wanandi mengancam balik buruh menuntut ganti rugi atas kerugian yang dialami  perusahaan.

Editor: Taufik Wijaya

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!