pegadaian, jasa gadai, utang, keuangan, illegal

KBR68H - Bak jamur di musim hujan, jasa gadai tak berizin tumbuh subur. Salah satu pemicunya akibat belum adanya regulasi yang jelas mengatur keberadaan jasa peminjaman uang dengan bunga tertentu tersebut. Konsumen bisa ikut dirugikan.

Rio, seorang pengajar di sekolah swasta Jakarta pernah memanfaatkan jasa  gadai tak resmi saat kuliah  di Yogyakarta. Meski senang mendapat pinjaman uang, tapi ia tetap was-was telepon genggamnya tak kembali.

“Iya takut sih. Cuma namanya yang lagi butuh, ya takutnya tertutup. Buat bantu masyarakat juga. Meski ada bunganya tapi bantu juga. Kan kalau pegadaian gak semuanya mau terima. Kan dia ada batasan, misalnya barangnya cuma sampai tahun berapa gitu. Pokoknya ada batasannya,” ceritanya.

Lain lagi cerita Rachman. Ia tak  mau ambil resiko dengan barang yang digadaikan. Karyawan swasta ini lebih memilih ke pegadaian.  “Mudah ya. Bunganya juga murah. Dia empat bulanan. Bunganya kalau sampai empat bulan, kalau pinjam Rp 1,5 juta, bunga seratus ribu per bulan. Tapi kalau tempat lain bisa lebih. Ada dendanya juga. Jaminannya gak bisa surat-surat bermotor. Kan juga barang jaminannya juga jelas.” KBR68H: Kenapa milihnya ke pegadaian? Karena lebih cepat dan percaya sih. Lainnya gak percaya. Sudah lima tahun langganan. Selama ini gak ada masalah. Kalau sudah mau jatuh tempo, biasanya dikabarin dulu,” jelasnya.

Rachman mengaku pernah tergoda untuk gadaikan barang di tempat jasa gadai illegal. “Pernah nanya-nanya juga itu. Dulu mau gadai BPKB motor. Bunganya terlalu tinggi diatas 10 persen. Jadi kalau total dana pinjaman sama bunga itu sekitar 50 persen dari total bunga pinjaman. “ KBR68H: Lebih karena perbedaan bunga saja? Bunganya tinggi sama barang yang digadai ga terjamin. Kemarin dia cuma kasih formulir, kertas selembar, isian KTP dan kebutuhannya apa. Juga surat persetujuan,” tambahnya.

Hingga kini belum ada regulasi pemerintah yang mengatur keberadaan jasa gadai abal-abal itu.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!