calo, cpns, suap, kementerian PAN RB, pegawai

Percaloan Sulit Dibrantas

Tahun ini pemerintah kembali membuka pendaftaran dan seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS.  Sebelumnya pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium atau penghentian sementara penerimaan PNS mulai Sepember 2011 hingga Desember 2012


Tercatat 75 kementerian dan lembaga pemerintah membuka 65 ribu lowongan pegawai.Melihat peluang tersebut, berbagai cara dilakukan pelamar khususnya yang berkantong tebal agar bisa diterima sebagai PNS.

Untuk mencegah praktik percaloan, Kementerian Pemberdayaan dan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) menggandeng LSM antikorupsi ICW  untuk menjadi tim pengawas. 

Menurut ICW ada beberapa modus atau cara yang biasa dilakukan sindikat calo CPNS. Peneliti ICW Siti Juliantari menjelaskan salah satu cara yang dipakai biasanya  melibatkan  pejabat atau orang dalam di lingkungan instansi pemerintah. Biasanya praktik ini dilakukaan saat penerimaan pegawai honorer Kategori 2 atau K2.  

“Ada sih laporan yang masuk, tapi belum kita tindak lanjuti. Ada di daerah Kulon Progo kalau tidak salah, itu sudah ada melaporkan tentang honorer K2 yang diperas, diminta sejumlah uang kalau seandainya dia mau namanya dimasukan ke dalam daftar honorer K2. Ya kurang lebih dari orang dalamnya ini bilang kalau mau namanya masuk di dalam pengajuan formasi honorer harus bayar sekitar Rp 100 jutaan,” jelas Siti.

Cara lainnya lewat pemalsuan data tambah Siti Juliantari,“Manipulasi data, sampai tahu lalupun masih terjadi di daerah Bali. Ada daerah yang mengubah nama-nama yang lulus, padahal secara pusat sudah ditetapkan. Misalnya, yang lulus 19 orang namanya ini, tiba-tiba sampai di daerah berubah. Nah kalau sekarang sudah berubah, sistem pengumumannya secara online. Kemarin ketahuan, karena orang ini melihat di pengumuman keterima kok di BKD nya tidak keterima. Nah sampai sekarang itu masih diusut sih.”

Kementerian Pemberdayaan Apatarur Negara Reformasi dan Birokrasi mengklaim sudah menyiapkan sejumlah jurus untuk mencegah praktik haram percaloan seleksi  CPNS.  Antara lain melibatkan lembaga lain ikut mengawasi. Selain unsur LSM ICW, kementerian juga menggandeng  Lembaga Sandi Negara, sampai Ombudsman RI jelas Sekretaris Menteri Pan RB Tasdik Kinanto. “Jadi mudah-mudahan dengan pekerjaan ini, kegiatan ini bisa dilakukan koordinasi secara baik antar organnisasi. Mudah-mudahan tadi, kekhawatiran-kekhawatiran itu bisa dihindari. Dan Insya Allah kami menjamin proses seleksi ini bisa berjalan dengan fair ya. Nanti dalam pengolahan hasil ujiannya juga akan dilakukan dalam satu tempat yang aman pengamanannya juga sangat ketat, mulai dari IT sampai proses penentuan kelulusan,” tambahnya.

Meski demikian Tasdik tidak menampik  jika praktik percaloan masih sulit dibrantas. Tetapi dia yakin lewat proses seleksi lewat internet atau dalam jaringan(daring) persoalan itu bisa diminimalkan. “Kadang-kadang yang nakal itu kan ada, yang mencoba-coba untuk mencari-cari keuntungan. Bisa juga, baik dari luar maupun dari dalam kemungkinan itu bisa saja. Tapi saya percaya dan saya yakin dengan sistem yang kita bangun sekarang ini. Tidak mungkin kelulusan seorang pegawai sipil itu seperti tadi, kenal. Sebab semua ini akan kita kendalikan secara terpusat, tidak mungkin. Tapi sistem itulah yang menentukan seseorang itu lulus atau tidak,” paparnya.

Tapi Peneliti ICW Siti Juliantari masih ragu system daring yang dipakai pemerintah efektif meminimalkan praktik percaloan. Pasalnya  teknologi yang dikembangkan  ini masih baru. Alasan lain waktu persiapan yang dilakukan Kementerian PAN untuk mengawasi proses seleksi CPNS relative kurang.  “Menurutku semua sistem yang dibuat manusia itu bisa juga, cuma mungkin jadinya lebih minim aja kan. Karena kalau kita ikut CAT itu kan selesai tes itu kita bisa mellihat, nilai kita berapa. Walaupun nantinya kita melihat apakah nilai kita masuk ke dalam passing grade. Tetapi balik lagi, kemungkinan-kemungkinan kecurangan  bisa saja. Adanya calo kalau sebelumnya kan calo bisa saja masuk ke dalam. Atau teknologinya yang kadang-kadang suka error apalagi secara online. Yah kita tahu biasanya proses yang dilakukan secara online itu terkadang bisa nge-hang. Itu bisa mempengaruhi validitas hasilnya,” jelasnya.

Jika tak ditangani secara serius praktik percaloan CPNS akan terus tumbuh subur. Apalagi minat masyarakat untuk menjadi PNS juga sangat besar. Cara instan menggunakan jasa calo pun siap ditempuh kalangan berduit, seperti yang dilakukan  Dita  dan keluarganya.    “Gak ada yang curang-curang kaya gitu kayanya gak mungkin ya. Karena mamang sudah dari tahun ke tahun, apalagi sekarang orang tuh entah kenapa minat banget untuk jadi PNS ya. Kayanya minat banget untuk jadi PNS. Makanya mereka yang punya uang ya rela bayar untuk itu. Ya lebih jujur saja sih, lebih adil .Karena gak semua orang punya uang kan, harusnya punya kesempatan yang sama untuk semua orang. Bukan hanya yang punya uang saja,”tambahnya.

Selain upaya pencegahan, langkah lain untuk memberantas praktik percaloan CPNS dengan penindakan hukum. Pemerintah bersama aparat harus serius menindak tegas pelaku yang terlibat dari dalam maupun dari luar instansi pemerintah tegas Peneliti ICW Siti Juliantari.

“Nah pelakunya pegawai negara ya kan, yang punya kewenangan itu pasti bisa ditindak dengan pidana korupsi kalau dia sudah meneyelewengkan jabatannya. Kasih iming-iming, minta uang ataupun terima suap itu kan sudah ditindak pakai Undang-Undang Tipikor. Tapi kan kalau kemudian pelakunya orang biasa ya pasti pidana lah ya, penipuan. Cuma yang jelas harus jelas kalau pelakunya PNS nya sendiri atau pegawai negara jangan sebgat kemudian hukumannya administrasi, atau Cuma mutas. Karena sejauh ini hanya administrasi saja,”kata Siti.

Editor: Taufik Wijaya

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!