Lansia di Kota yang Belum Ramah

Eva menjelaskan sejumlah faktor yang menurutnya bisa menyumbang sebuah kota layak disebut ramah lansia. Sosial, kesehatan, lingkungan, dan transportasi adalah sejumlah aspek yang perlu jadi perhatian.

Senin, 14 Okt 2013 13:14 WIB

lansia, kota ramah lansia, kesehatan, Pemprov DKI Jakarta, Ahok

KBR68H - Pemerintah Jakarta berencana menyediakan sejumlah fasilitas untuk kaum lansia. Sebut saja diantaranya transportasi khusus. Ini mengingat  Ibu Kota masih belum ramah terhadap warganya yang sudah uzur.  Reporter  Novri Lifinus  berbincang dengan para lansia. Mendengarkan impian mereka tentang kota yang ramah lansia. 

Pagi itu, KBR68H menyambangi sebuah yayasan pemerhati kaum lanjut usia (lansia) di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan. Namanya Yayasan Emong Lansia. Lorong tangga selebar 2 meteran dengan ubin keramik putih jadi pemandangan sehari-hari  Eva Sabdono untuk menuju lantai 4. Perempuan 70 tahun ini mendaki tangga demi tangga, untuk sampai ke ruangannya. Ia adalah Direktur Eksekutif Yayasan Emong Lansia.

Eva mengakui kalau ruangannya tak ramah lansia. “Lansia kan jalannya lamban, naiknya pelan. Tapi kalau kita sebut ramah lansia, harusnya kalau sudah sekian tingkat,harus ada lift, atau di lantai dasar. Tapi itu sulit karena (ruangan) itu dipakai oleh lainnya. Kalau kita bicara ramah lansia, itu gedung-gedung harus diperhatikan,” jelasnya.

Sambil sesekali melihat layar  komputer jinjingnya,  Eva menjelaskan sejumlah faktor yang menurutnya bisa menyumbang  sebuah kota  layak disebut ramah  lansia. Sosial, kesehatan, lingkungan, dan transportasi adalah sejumlah aspek yang perlu jadi perhatian.

Eva mencontohkan soal kesehatan. “Dengan bertambahnya umur, ada keterbatasan-keterbatasan fisik yang dialami lansia. Tapi akses pada pelayanan kesehatan ini masih sulit. Walaupun ada puskesmas, contoh yang kami lakukan di Tegal Alur, banyak dari mereka, misalnya bagaimana caranya untuk sampai ke puskesmas. Misalnya kalau dia sakit, atau penglihatannya kurang, atau susah jalan,” paparnya. 

Menurut Eva, dengan keterbatasan fisik, lansia perlu diberikan loket khusus saat berobat. Sehingga tak perlu mengantri bersama  pasien  non-lansia.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1