Jam Malam Pelajar Sudah Diterapkan di Koja (2)

Tercatat tujuh puluh anak yang mengikuti program ini. Mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA. Mereka kini mulai merasakan hasilnya

Rabu, 09 Okt 2013 15:24 WIB

jam malam, pelajar, koja, jakarta, jokowi

Dampak Jam Malam


Asep Suprihatin Ketua RW setempat   menjelaskan tujuan program ini.  ”Undang-undang No 20 Tahun 2003 yaitu tentang mencerdaskan anak bangsa itu tujuannya, supaya anak-anak kita cerdas sesuai dengan substansi judulnya yaitu ”Kampung Cerdas”. Kemudian yang kedua untuk mengindari anak banyak bermain di malam hari yang akan menimbulkan image negatif kepada masyarakat,”paparnya.

Tercatat tujuh puluh anak yang mengikuti program ini.  Mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA. Mereka kini  mulai merasakan hasilnya. Nilai mata pelajaran mereka semakin baik.  Setidaknya seperti diakui Selvy siswi  kelas 5  SD yang jadi bintang kelas.  ”Naik, (KBR68H: Berapa nilainya?), nilainya suka 100, 90 gitu. (Dapat peringkat berapa di sekolah?), satu”. (Terus rasanya gimana dengan ikut kampung cerdas?), senang.

Erric warga setempat yang ikut membimbing anak-anak RW 05 Kelurahan Koja belajar bersama ikut menimpali. Menurutnya penerapan jam belajar ikut berdampak kepada menurunnya aktivitas remaja ke luar rumah pada  malam hari.   “Di usia SMP dan SMA mereka itu memasuki masa  transisi, untuk ukuran jam 7-9 malam mereka ingin hang out ke mall atau pergi dengan teman-teman. Tapi dengan program seperti ini itu menjadi berkurang, mereka yang biasanya di jam 7 itu keluar, mereka sekarang ada di dalam rumah,” jelas Erric.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Tak ada salahnya program jam belajar  malam hari ala Kampung Cerdas di Koja diadopsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau ditiru kampung lain.


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.