Kelas Inspirasi, Jaleswari, Timothy, Bekasi, pendidikan

KBR68H - Ratusan professional dari pelbagai profesi mengikuti  Kelas Inspirasi yang digelar di tiga kota Jawa Barat.  Mereka mengajar sehari berbagi inspirasi tentang pekerjaan yang ditekuni kepada siswa-siswi sekolah dasar. Dari kelas  sebuah SD di Bekasi, KBR68H mengikuti program tersebut.

“Halo saya Dhani, saya seorang peneliti ada yang tau peneliti itu apa...? Sebelum mulai ada yang tahu gak lagu “Aku Seorang Kapiten? ”

Dhani, nama lengkapnya Jaleswari Pramodhawardhani. Peneliti masalah pertahanan-keamanan dari Lembaga  Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini salah satu relawan yang tengah mengikuti program Kelas Inspirasi di Bekasi Utara, Jawa Barat. 

Awalnya ia  nampak canggung dan sedikit kebingungan saat berhadapan dengan puluhan anak kelas 5 SD  Harapan Baru 4. Perempuan 4o tahunan tersebut  tengah menjelaskan profesinya sebagai peneliti. Namun tak satupun anak di kelas ini mengenal profesi yang ditekuninya  sejak 14 tahun silam tersebut.

Di kelas lain Timothy Marbun tengah memperkenalkan diri. Anak-anak terlihat antusias saat menyimak lelaki 30   tahunan ini  membawa alat peraga  yang berhubungan dengan dunia penyiaran  seperti mic dan kamera.

Usai menjelaskan profesinya, Timothy yang bekerja sebagai jurnalis televisi tersebut  bertanya kepada puluhan anak SD Harapan Baru 2 tentang cita-cita mereka kelak.  Usai mengajar, Timothy dan Dhany menceritakan kesannya.

“Pertama karena kita berhadapan dengan anak-anak yang paling tua adalah kelas 6 SD, yang saya senang adalah khususnya anak kelas 5 sedikit banyak sudah tahu mengenai  (profesi) wartawan, yang menarik pas ditanya mengenai wawancara dia bisa menjelaskan.Tapi dia baru kelas 5 SD, jadi menurut saya itu yang menarik ternyata mereka sedikit banyak tahu, mereka hanya ingin mengenal lebih banyak lagi,” kata Timothy.

Dhani menimpali.  “Sebetulnya mereka gak tahu, mereka hanya membayangkan selama ini cita-cita itu adalah dokter, guru, arsitek, pilot, tetapi menjadi peneliti adalah sesuatu yang tidak pernah terbayang oleh mereka. Sehingga, saya harus contoh-contoh kongkrit kepada anak-anak apa itu peneliti, apa mamfaat dari penelitian, peneliti itu berguna untuk membangun seluruh Indonesia itu apa.”


Bagian II

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!