Pemburu Gereja

Kholis kini tak lagi memburu gereja dan memilih menyusuri jalan untuk menghidupi anak dan istri.

Kamis, 06 Agus 2015 14:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pada 90an kala Afghanistan bergejolak, Kholisuddin remaja asal Tasikmalaya, Jawa Barat nekat pergi ke negeri itu. Niatnya berjihad membantu saudara seiman. Sepulang dari Afghanistan, semangat perang itu terus menyala. Bom disiapkan, lantas gereja jadi targetnya. Malam Natal 2000, rangkaian bom meledak di berbagai gereja di sejumlah kota. Malang bagi Kholisuddin dan kawan-kawan. Bom yang telah disiapkan, gagal meledak di gereja sasaran. Bom meledak di jalan, menewaskan karib Kholisuddin. Sang pemburu gereja lantas melarikan diri hingga ke negeri jiran Filipina. Empat tahun kemudian dia ditangkap. Kholis kini tak lagi memburu gereja dan memilih menyusuri jalan untuk menghidupi anak dan istri.

Dokumenter ini adalah bagian dari serial Hikayat Jihadi, produksi bersama KBR dengan TV Tempo, didukung oleh PPMN. Simak sajian lengkapnya di Hikayat Jihadi  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Beberkan Ratusan Bukti di Praperadilan Setnov

  • Pemkab Rembang Batasi Usia Penerima Bantuan Kejar Paket
  • Malaysia Menarik Pernyataan soal Rakhine