Dalam Penantian

Eks terpidana kekerasan ini lantas memilih jalan baru. Jalan yang jauh dari kekerasan masa lalu bahkan terlibat aktif mengkampanyekan hidup damai di Poso.

Kamis, 06 Agus 2015 11:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Irwanto, Rafiq dan Wirahadi disatukan hal yang sama di Poso, Sulawesi Tengah: dendam dan solidaritas. Irwanto dihukum karena kasus mutilasi, Rafiq kasus bom rakitan dan Wirahadi melakukan aksi teror bom hingga lintas provinsi. Ketika konflik melanda, tak banyak pilihan, terlibat atau mengungsi. Dalam situasi konflik, pepatah menang jadi arang, kalah jadi abu terbukti. Tak ada untungnya memelihara dendam dan kemarahan. Para eks terpidana kekerasan ini lantas memilih jalan baru. Jalan yang jauh dari kekerasan masa lalu bahkan terlibat aktif mengkampanyekan hidup damai di Poso.

Dokumenter ini adalah bagian dari serial Hikayat Jihadi, produksi bersama KBR dengan TV Tempo, didukung oleh PPMN. Simak sajian lengkapnya di Hikayat Jihadi  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.