musisi, pilpres, slank, dhani, portalkbr

KBR - Deklarasi dukungan kepada calon presiden Indonesia 2014 terus berdatangan. Tak terkecuali dari kalangan musisi. Beberapa waktu lalu sejumlah musisi yang dimotori grup band Slank menggelar dukungan terhadap pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Dukungan juga datang dari Ahmad Dhani untuk pasangan Prabowo. Lagu-lagu berisi seruan untuk mendukung calon presiden lantas diciptakan.

#
Salam dua jari
Jangan lupa pilih Jokowi
Salam dua jari
Nomor 2 pilih Jokowi

Aku cari pemimpin bukan pemimpi
Yang kerjanya terbukti
Bukan cuma iklan di tv…


Lagu Salam Dua Jari, yang berisikan ajakan untuk memilih calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo dinyanyikan para artis dan musisi pada pertengahan Juni lalu di area parkir timur Senayan. Sejumlah artis dan musisi yang tampak di panggung sederhana itu diantaranya anggota dari grup musik Slank, Ian Antono, Giring Nidji, Opie Andaresta, Roy Jeconiah Boomerang dan sederet artis lainnya. Mereka berkumpul seraya menyatakan dukungan kepada pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Lagu Salam Dua Jari diciptakan grup musik Slank dan kawan-kawan setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ivan Kurniawan Arifin atau Ivanka Slank mengatakan dukungan ke Jokowi-JK murni datang dari masing-masing invidu. Mereka mendukung karena paham dengan rekam jejak calon presiden yang mereka pilih.

“Prabowo kita sudah tahu rekam jejaknya dan Jokowi kita sudah tahu juga. Secara pribadi saya tahu rekam jejak Jokowi, kita pernah ngikuti bagaimana dia punya konsep di Solo dan Jakarta. Jokowi sosok orang jujur dan bekerja, dia bukan hanya wacana tetapi punya program yang dijalani. Indonesia butuh orang yang seperti itu,” tegas Ivan.

Ivan yakin lewat seni, musisi mampu mengajak masyarakat untuk melek politik dan memilih calon presiden dengan cerdas. Menurutnya peran musisi dan budayawan menjadi penting dalam ajang pilpres kali ini karena musisi memiliki penggemar yang bisa menjadi basis pendukung pasangan capres dan cawapres. “Ya, seniman dan budayawan bisa dibilang wakil dari rakyat, dan mereka ini sudah pasti lebih dari 80 persen, selalu berkata tentang kebenaran dengan ekspresi apa adanya. Ini yang mengkuatkan dukungan seniman untuk bisa mengajak masyarkat.”

#
Hanya bilik bambu tempat tinggal kitaTanpa hiasan, tanpa lukisan.
Beratap jerami, beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini milik kita, sendiri

Hanya alang alang pagar rumah kita
Tanpa anyelir, tanpa melati
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita

Haruskah kita beranjak ke kotaYang penuh dengan tanya……

Selain lagu “Salam Dua Jari’, para musisi juga mendendangkan lagu “Rumah Kita” karya musisi rock legendaris Ian Antono, dari album Semut Hitam, band rock God Bless. Bagi musisi kelahiran Malang 65 tahun silam ini, lagu “Rumah Kita” dipilih sebagai lagu dukungan untuk capres nomor dua karena mudah dicerna oleh banyak orang. “Musik dan politik seiiring dan sejalan. Kalau musik kita membuat lagu selalu berpihak kepada yang lemah, jarang kepada yang mapan seperti koruptor. Seperti Iwan dan Slank. Mudah-mudahan lagu lebih diperlukan daripada pidato melulu. Lebih bagus lewat musik, dinyanyikan terus. Kalau pidato besok pastinya sudah lupa.”

Sama halnya dengan Ivan, musisi senior Ian Antono pun yakin betul dengan pilihannya kali ini. Ada banyak alasan yang menyebabkan Ian merapat pada barisan artis pendukung pasangan Jokowi – JK.  “Karena era dia gubernur saya ikuti. Pertama karena dia suka musik, bisa mengubah situasi musik sekarang, disamping itu dia itu kerakyatan, membela rakyat. Seperti yang di Solo, dia sudah bekerja. Kita yang gampang saja, dia ke kampung itu bukan hal yang gampang, tapi dia mau itu. Dia menggali perhatian rakyat,” tegas musisi yang bernama lengkap Jusuf Antono Djojo.

Ian berharap Jokowi akan membawa angin segar untuk musik Indonesia ke depannya. “Dia suka musik mudah-mudahan dia terpilih sehingga dapat membuat tatanan musik di Indonesia membaik, karena sekarang musik parah benar, sehingga banyak musisi yang frustasi sehingga tidak bisa mencari nafkah, musik hancur dari bajakan disamping teknologi,” jelas Ian Antono.

Pada pilpres ini kali, tak hanya calon presiden Joko Widodo saja yang banyak mendapatkan dukungan dari para musisi. Sejumlah musisi seperti Ahmad Dani, Anang dan Rhoma Irama juga merapatkan barisan ke kubu Prabowo – Hatta Rajasa. Ahmad Dhani merupakan pentolan grup band Dewa 19, yang belakangan memilih mengorbitkan sejumlah artis lewat Republik Cinta Manajement.

#
Sudah saatnya untuk kita bangkit
Terpuruk tak boleh terlalu lama
Jangan ulang kesalahan, belajar dari pengalaman
ooo yaaa Prabowo ooo yaaa Prabowo

Kita butuh pemimpin yang kuat (Prabowo)
kita butuh pemimpin yang tegas (prabowo)
Yang bisa bawa bangsa ini (Prabowo)
Menjadi bangsa nomor satu.

Lewat lirik lagunya, Dhani mengaku kesengsem dengan ketegasan Prabowo.

Dukungan musisi pada pemilu 2014 kali ini dinilai tanpa pamrih dan benar-benar dari hati. Pengamat musik Denny Sakrie mengatakan, dukungan tersebut karena mereka jenuh dengan kondisi Indonesia pasca 1998 tak kunjung membaik. “Orang melihat bungkus mereka sebagai pemusik ya, seperti Slank untuk Jokowi, Ahmad Dhani untuk Prabowo dan yang lainnya, mereka bersatu karena sudah lama memimpikan pemimpin yang ideal, dan melihat kondisi rakayat seperti apa, mereka hanya butuh figur yang dapat menuntaskan permasalahan Indonesia, kerinduan ini sangat memuncak.”

Seberapa ampuh kiprah para musisi untuk mendulang suara, tentunya bisa terlihat lepas Pilpres 9 Juli lalu.

(Bersambung ke bagian 2)

Editor: Irvan Imamsyah

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!