Capres Jokowi, Prabwo, Pemilu Presiden 2014, Pencitraan

Pria bertubuh ramping turun dari sebuah mobil. Bersama koleganya, ia   masuk ke ruangan Posko Tim Kampanye Nasional yang dipenuhi elit partai dan perwakilan partai pendukungnya. Dalam ruangan  lelaki  52 tahun ini menyalami satu per satu tamu yang  hadir. Sesekali ia menebak nama lawan bicara yang disalami, seraya menyunggingkan senyum. Lelaki ini calon presiden yang diusung  PDI Perjuangan dan partai pendukungnya, Joko Widodo.

Salah satu Juru Bicara Capres Jokowi, Ferry Mursyidan menilai bahasa tubuh Gubernur non-aktif DKI Jakarta itu tidak dibuat-buat.   “Jokowi itu kan ramah, apa adanya, dia bisa hangat, selalu tersenyum. Tidak ada wajah sinis. Wajah senyum,” jelasnya.

Kembali ke Posko Kampanye Jokowi.  Siang itu Joko Widodo memamerkan kostum barunya menuju kursi RI-1,  kemeja kotak-kotak merah biru.  Baju khas ini pernah dipakai Jokowi saat Pilkada DKI dua tahun silam. Bedanya kostum yang dipakai pada masa kampanye Pemilu Presiden  ini diberi sentuhan warna putih.

Menurut tim sukses Jokowi warna dan motif kotak-kotak  kemeja itu sebagai simbol Indonesia yang beragam.  Alasan lain kemeja putih dengan lengan digulung yang kerap dipakai  Jokowi, telah dipakai capres-cawapres Prabowo-Hatta. “ Karena sebenarnya kita putih2 .. Trendsetter-nya tuh kita. Diikuti. Yaudahlah kita ganti,” jelas Jokowi.

Upaya lain yang dibangun tim sukses capres-cawapres Jokowi-Jusuf Kalla adalah dengan membentuk citra positif sebagai pemimpin yang bekerja. Salah satu Juru Bicara Capres Jokowi, Anies Baswedan menuturkan, “Bahwa mereka orang biasa yang bisa menjadi pemimpin karena dipercaya itu yang menjadi kunci. Dan kemunculan mereka bukan karena iklan 5 tahun. Tapi karena kerja. Bahwa pak Jokowi kerja terus. Mereka pun gak pernah kampanye 5 tahun utk jadi presiden. Karena tujuan mereka adalah mengabdi. Kali ini mereka dapat tiket untuk jadi presiden. Ini yang menurut saya unik. Kita perlu pemimpin yang diberi amanah karena mereka dipercaya. Bukan diberi amanah karena selamanya membuuru amarah itu.”

Untuk menggaet pemilih muda, Jokowi yang dikenal sebagai penggemar musik Rock itu menyambangi para personil  band Slank. Akibatnya Gang Potlot  Jakarta  tempat markas band rock tersebut dipadati para penggemarnya yang disebut Slankers dan warga sekitar. “Slank gencar kampanye antigolput, konsisten mengkampanyekan antikorupsi dan menjadi contoh anak muda yang produktif,” imbuh Anis.

Anies Baswedan mengklaim  pertemuan ini bukan  politik praktis bagi Slank dan Jokowi “Saya rasa sifatnya bukan menggandeng tapi menjelaskan dan mengajak untuk yuk sama-sama kita terlibat. Kalau Anda mau ayo kita sama-sama.”

Capres bernomor urut dua ini juga mulai bermanuver. Menggaet simpati kaum muslim tanah air. Ia misalnya mengunjungi ulama dari ormas Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Jokowi juga tak sungkan menjadi   imam saat salat Dzuhur bersama Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin. Citra sebagai pemimpin yang agamis juga disampaikan saat berpidato  di KPU selepas mendapat nomor urut untuk pilpres.

Wajar jika ada yang menilai langkah Jokowi yang beribadah haji di Tanah Suci pada 2003  tersebut sebagai upaya melawan kampanye hitam berbau SARA dari lawan politiknya. Tapi Juru Bicara Jokowi, Hasto Kristiyanto menyanggah upaya itu bagian dari pencitraan,“Nggak ada. Sejak dulu Pak Jokowi Islami. Islami kan diukur dari segi keputusan politiknya, dari perhatian. Bagaimana agama yang penuh dengan nilai keluhuran dan kemaslahatan diterjemahkan dalam keputusan politik.”

Selain tebar pesona di depan publik dan media, pihak Jokowi juga menggelar kampanye  di dunia maya. Juru Bicara Jokowi Advance Social Media Volunteers (JASMEV) Andra menjelaskan,” Kami memang anak muda yang suka main di social media, tujuannya untuk memberikan informasi yang positif untuk bapak dan meng-counter isu yang berkembang dengan fakta yang Anda tanpa menyerang. Misalnya soal agama, ras, SARA. Waktu itu kan pernah dituduhkan Jokowi itu akte nikahnya beragama Kristen. Tapi kita punya print-nya asli kita sebarkan. Jadi mereka akan diam dengan kita sebarkan itu.”

Namun tak semua isu bisa dikicaukan akun @Jasmev2014 di Twitter. “Kita ada tempat diskusi, sebelum ada isu kita munculkan dulu di grup ini boleh di-share atau tidak. Intinya kita tidak boleh menyerang dan harus santun. Jadi untuk content harus didisukusikan sebelumnya. Bersama tim sukses Kartika Djoemadi. Setiap Sabtu juga ada pelatihan di posko Jokowi yang aktif dunia maya,”' tambah Andra.

Menjadi representasi Jokowi di dunia maya memberikan tantangan tersendiri bagi tim Jasmev. “Kadang-kadang kita suka terpancing emosi kalau dengar isu bapak  (Jokowi-red) yang negatif. Pengen nulis dan pengen bales gitu,. Tapi kita sadar Jokowi mengajari kita untuk balas dengan kesantunan. Jadi kita gak akan balas dengan black campaign,” pungkasnya.

Editor: Taufik Wijaya

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!