asuransi, sampah, malang, kesehatan, dr gamal

Diganjar Penghargaan

Beberapa bulan terakhir, semakin banyak warga miskin di Kota Malang, Jawa Timur yang bisa berobat dengan menggunakan sampah sebagai alat pembayaran. Itu berkat program bernama Klinik Asuransi Sampah. Penggagas Klinik Gamal Albinsaid mengatakan pelayanan kesehatan di kliniknya baru sebatas pengobatan yang bersifat ringan dan obat jalan alias belum melayani rawat inap.

“ Jadi kami fokus dilayanan  kesehatan primer, tapi satu hal yang berbeda, asuransi sampah ini  holistic hot care service, jadi kalau kita ikut asuransi biasa kita gak sakit itu rugi ya, kita bayar terus  kapan sakitnya,  kalau ikut asuransi sampah itu nggak sakit kami tingkatkan kesehatannya, kami membuat yang sehat semakin sehat, mencegah yang sehat agar tidak sakit, mengobati yang sakit, merehabilitasi yang yang sembuh dari sakit,” papar Gamal.

Di Kota Malang, ide asuransi aampah itu disambut baik oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Kepala Dinas Kesehatan Asih Tri Rachmi berjanji memberi fasilitas tambahan Klinik Asuransi Sampah jika diminta. Sejauh ini Asih mengaku belum bertemu langsung dengan Gamal ataupun perwakilan dari CV Indonesia Medika lainnya. “ Dinas kesehatan akan menggandeng, merengkuh ya, mungkin kalau kita bisa memberikan fasilitas yang ada di dinkes dan tidak menyalahi aturan ya akan kami bantu,” kata Asih.

Bagi Asih, ide Gamal ini sungguh luar biasa, sangat membantu warga tidak mampu. Meskipun ada fasilitas layanan kesehatan dari pemerintah, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, namun kenyataannya banyak warga miskin yang enggan menggunakan fasilitas itu karena rumitnya administrasi.

Sedangkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Wasto merasa bangga, ada anak muda yang kreatif dan inovatif seperti Gamal. Dengan inovasi dari Gamal ini, diversifikasi sampah menjadi lebih beragam. Dari situ kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan serta pemanfaatan sampah akan tumbuh di masyarakat.

“ Kalau masyarakat para nasabah bank sampah juga akan memanfaatkan program  asuransi kesehatan itu bagus, sehingga diversifikasi pemanfaatan  sampah semakin banyak, semakin menarik,  semakin banyak pilihan yang dipilih oleh masyarakat,  semua orang itu kan produsen sampah sampah mempunyai nilai ekonomis, gitu,” kata Wasto saat ditemui di kantornya.

Kini, lanjut Wasto, tumbuh tren kesadaran di masyarakat untuk menyimpan sampah kering mereka. Karena sampah kering dapat dijual di Bank Sampah Malang, juga bisa digunakan untuk berobat di Klinik Asuransi Sampah. (Kalau kepanjangan, kalimat ini boleh dihapus)

Ide kreatif Gamal ini telah mendapatkan penghargaan dari Kerajaan Inggris akhir Januari lalu. Penghargaan itu dia terima setelah menyisihkan lebih dari 500 wirausaha dari 91 negara. The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur, nama penghargaannya. Menurut pria 24 tahun ini, bagi Pangeran Charles, ide Asuransi sampah ini dapat menyelesaikan dua masalah sekaligus, yakni masalah sampah dan kesehatan secara bersamaan.

Kedepan, Gamal juga ingin melayani pasiennya hingga ke perawatan. Jadi bila ada pasien yang memang harus dirawat inap, Klinik Asuransi Sampah bisa memfasilitasi. Gamal sedang merancang program agar program Klinik Asuransi Sampah bisa bergabung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.“ Untuk masukkan program kami ke BPJS, BPJS kan premi terendah 25 ribu, sedangkan premi kami 10 ribu, dengan harapan kami bisa, sehingga dengan itu kami bisa, sebenarnya ada beberapa opsi ya meningkatkan premi sampah menjadi 25 ribu atau kami potong premi mereka ke perintah, sehingga kalau mereka harus rawat inap, operasi mereka bisa pakai asuransi,” pungkas Gamal.

Sejak beroperasi tujuh tahun silam, Asuransi Sampah ini sudah mempunyai 500 lebih anggota. Dan Gamal terus memperluas keanggotaan Klinik Asuransi Sampah dengan mengajak rekannya di daerah lain. Dia ingin program ini dapat terwujud minimal di masing-masing provinsi di Indonesia. Agar masyarakat yang membutuhkan bisa menikmati fasilitas kesehatan tanpa diributkan masalah uang. 

Editor: Fuad Bachtiar

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!