apartemen, ikan, selat bali, banyuwangi, nelayan

Sanksi Pelanggar


Adalah Ihwan Arif warga Wongsorejo Banyuwangi,  Jawa Timur yang menggagas pembuatan apartemen atau yang sering disebut rumah ikan.  Upaya itu bertujuan mengembalikan populasi ikan hias di Selat Bali yang pada waktu itu hampir punah akibat perburuan ikan yang merusak lingkungan. Hasil penelitian Yayasan Pelangi Jakarta pada tahun 2008 lalu menyebutkan akibat perburuan ikan hias dengan menggunakan bom ikan dan racun potasium  mengakibatkan terumbu karang di perairan Selat Bali rusak hingga 82 persen.Lelaki berusia 30 tahun ini ikut berperan menyadarkan nelayan setempat untuk berhenti menangkap ikan hias dengan menggunakan potasium dan bahan peledak.

Menurut Ihwan perburuan ikan hias dimulai sejak 50 tahun silam. Saat itu cara yang dipakai masih tradisional dengan cara manual. Lambat laut pola perburuan dilakukan dengan cara ilegal. “Di Selat Bali ini sebenarnya jenis ikanya itu sangat banyak mas. Potensinya juga sangat besar sehingga ini yang mencetuskan kenapa nelayan Bansring dari tahun 1960 itu sudah melakukan aktifitas penangkapan ikan hias air laut. Nah cuma dari proses penangkapan yang illegal dari tahun 1970-an dengan menggunakan potasium ditambah juga pengeboman juga mulai marak di sini, sehingga jenis- jenis tertentu itu sudah mulai berkurang bahkan  hilang,”kata Ihwan Arif.

Pada tahun 2008 lalu Ihwan Arif yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Kelompok Nelayan Ikan Hias Samudera Bakti  mengajak sejumlah nelayan di daerahnya melakukan  konservasi trumbu karang. Caranya dengan membuat apartemen atau rumah ikan.  “Akhirinya dicoba bekas rak salah satu minuman itu kan berlubang- lubang. Dicoba itu kok agak datang cuma agak lambat. Akhirnya makai ini rak tempat budidaya rumah- rumahan berbentuk apartemen tinggi ke atas di situ mulai agak banyak ikan,”ujur Ihwan Arif.

Apartemen ikan yang digagas Ihwan Arif dan kelompoknya  terdiri dari partisi yang berongga dan membentuk kotak. Kemudian disusun bertingkat dan berkamar-kamar layaknya seperti gedung apartemen atau tempat hunian manusia. Apartemen ikan diharapkan jadi tempat  beberapa jenis ikan kecil atau anak ikan berlindung dari serangan pemangsa.  “Berbentuk rak aja partisi-partisi itu yang kita susun sesui keinginan kita mau tinggi berapa meter mau berbentuk seperti apa. Terus disitu harus disediakan rak yang berongga besar sama yang berongga kecil. Artinya kalau yang berongga besar itu fish apartemen ini bisa menampung ikan besar yang bermain kesana. Terus yang rongga kecil itu memang spesifik untuk ikan – ikan kecil,”ungkap Ihwan Arif.

Hingga tahun 2013 lalu,  kelompok nelayan Samudra Bakti sudah menenggelamkan lebih dari 300 apartemen ikan di Selat Bali. Ini hasil kerja sama Dinas Kelautan Banyuwangi dan Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur. Untuk menjaga keutuhan apartemen ikan, nelayan setempat membentuk zonasi pelestarian bersama. Zonasi seluas 50 meter persegi ini merupakan area steril dari nelayan untuk pengembangbiakan ikan serta pemulihan trumbu karang yang rusak.

Komitmen menjaga ekosistem laut juga diperkuat dengan peraturan desa setempat. Perdes tersebut memuat sanksi bagi nelayan yang merusak seperti menggunakan potasium saat menangkap ikan hias, akan diserahkan ke polisi perairan. Bila nekat mengambil ikan hias di area zonasi maka harus mengganti 5 kali lipat ikan yang diambil untuk kemudian dilepas ke laut lagi.

Namun sayangnya langkah  Ihwan Arif dan kelompoknya memulihkan populasi ikan dan trumbu karang di Selat Bali belum sepenuhnya mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dana bantuan baru diberikan Pemprov Jatim.  Kepala Bidang Kelautan Dinas Perikanan  Untung Widiarto menuturkan, “Kalau pertanyaanya kenapa fish apartemen ini anggaranya masih dari tingkat 1? Karena yang anggaran daerah rupaya kita arahkan kepada kegiatan- kegiatan yang memang betul- betul sudah difahami atau tingkat kemamfaatanya secara lanngsung. Yang sudah difahami contohnya ya walaupun pemamfaatanya tidak langsung itu kalau kita membuat trumbu karang itu ada dananya di APBD,”kata Untung Widiarto.

Penempatan apartemen ikan di Selat Bali dinilai berhasil. Dinas Perikanan Pemprov Jatim pun berencana menambah bantuan.   “Ke depannya kita Insya Allah kita dikirimi dua. Dua unit fish apartemen yang akan kita taruh di Bimorejo dan Bomo Kecamatan Rogojampi. Tapi sebenarnya di tahun 2013 itu ada di dua kecamatan,  Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Muncur,”ujur Untung Widiarto.

Jerih payah Ihwan Arif dan kelompoknya memulihkan ekosistem laut di Selat Bali kini bisa dinikmati nelayan setempat. Ia berharap upaya mereka meningkatkan populasi ikan hias bisa ikut dinikmati generasi selanjutnya. 

Editor: Taufik Wijaya

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!