Seperti Apa Program Pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang diprakarsai oleh JICA?

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak

Kamis, 07 Des 2017 17:07 WIB

Pemerintah Jepang memiliki perhatian besar pada masalah kesehatan ibu dan anak Indonesia. Perhatian itu diwujudkan dalam bentuk kerjasama proyek pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak bagi keluarga Indonesia yang dimulai pada 1994. Di Jepang sendiri, buku semacam ini sudah menjadi buku pegangan keluarga sejak perang dunia kedua.

Buku Kesehatan Ibu dan Anak merupakan buku rekaman lengkap atas seluruh tahap perkembangan ibu dan bayi, dari masa kehamilan, melahirkan, hingga pertumbuhan. Setiap keluarga wajib memiliki buku ini. Kapan saja dapat dibuka dan menjadi bahan rujukan perkembangan kesehatan keluarga.

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak yakni dengan menyelenggarakan program pelatihan di negara-negara berkembang seperti Timor Leste, Afganistan, dan Maroko (Third Country Training Program). Diharapkan, negara-negara peserta bisa memetik pelajaran dari Indonesia terkait program peningkatan kesehatan ibu dan anak.  

Apa sebenarnya keistimewaan buku ini? Apa keuntungannya bagi Jepang memprakarsai pengembangan buku ini?

Temukan jawabannya di Program Ruang publik KBR pada Jumat, 8 Desember 2017 pukul 09.00 WIB menghadirkan narasumber, dr. Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan) dan Rizki Dinar selaku Program Officer bidang kesehatan, JICA Indonesia.

Dengarkan Ruang Publik KBR di radio jaringan KBR yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa dengarkan di Power Radio 89,2 FM Jakarta atau via LiveFacebook : Kantor Berita Radio-KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Pemerintah Godok Opsi Format Pencantuman Agama Kepercayaan Di KTP

  • PLN Siap Jalani Putusan MK Soal Aturan Nikah Teman Sekantor
  • Polisi Banyuwangi Perketat Keamanan Objek Vital
  • Statistik Opta: Rooney Masih Garang Cetak Peluang Menjadi Gol

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi