Kenali Kanker Payudara, Jangan Percaya Hoax

Rabu, 18 Okt 2017 16:21 WIB

Bulan ini adalah bulan kanker Payudara. Para survivor, dokter dan aktivis pada bulan ini, bergerak lebih aktif untuk mengajak kita lebih mengenali seluk beluk tentang kanker payudara dan waspada. Kanker. The National Cancer Institute memperkirakan bahwa lebih dari 190.000 perempuan didiagnosis dengan kanker payudara setiap tahunnya di dunia. Bahkan satu dari delapan wanita akan memiliki Kanker Payudara dalam hidupnya. Inilah yang membuat kita harus waspada. Lalu bagaimana mengenali Kanker Payudara dan memilah info seputar penyakit ini di internet atau share melalui grup-grup yang kebanyakan adalah Hoax? Mita Purba, aktivis dari Komunitas Love Pink akan menjelaskannya dalam Ruang Publik KBR pada Kamis, 19 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB.

Simak di radio jaringan KBR yang tersebar di seluruh Indonesia. Siaran ini dapat disaksikan via Youtube Channel: Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.