Program Mampu Mengurangi Kekerasan Terhadap Perempuan

Jumat, 22 Sep 2017 09:10 WIB

Selama 13 tahun terakhir, Komisi Nasional anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) mencatat sebanyak 400 ribu lebih kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk di antaranya kawin paksa. KOMNAS Perempuan meyakini angka sesungguhnya di masyarakat lebih tinggi, lantaran banyak kasus yang tidak dilaporkan. Berbagai pihak berupaya mengurangi kekerasan dengan berbagai pendekatan. Program MAMPU Maju untuk Perempuan Indonesia, juga berupaya menekan kekerasan terhadap perempuan dan pendekatan pemulihan transformatif bagi perempuan korban, memperkuat kepemimpinan perempuan dan lain-lain. Mitra kerja MAMPU Komnas Perempuan akan menjelaskan upaya-upaya pengurangan kekerasan terhadap perempuan di tanah air, bersama Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah  dan Kuasa Hukum LBH Apik, Tuani Sondang Rejeki Marpaung pada Jumat, 22 September 2017 pukul 09.00 WIB.

Simak di radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa dengarkan di Radio 104,2 MS TRI FM via Youtube Channel: Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr.

   

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.