Mudik Sudah Lewat, Saatnya Evaluasi Posko BBM Nasional

Dalam musim mudik, Kementerian ESDM membentuk Posko BBM Nasional untuk menjaga ketersediaan dan mengkoordinasikan penyediaan dan distribusi energi, antara lain BBM, Listrik, Elpiji dan BBG

Senin, 17 Jul 2017 05:44 WIB

Pada bulan Juni, Kementerian ESDM membentuk Posko BBM Nasional yang dikepalai oleh Fanshurullah Asa sebagai kepala BPH Migas. Tugas pokok posko BBM Nasional adalag mengkoordinasikan penyediaan dan distribusi energi, antara lain BBM, Listrik, Elpiji dan BBG. Posko BBM Nasional ini terdiri dari BPH Migas, Badan Geologi, PLN, PGN, Pertamina dan Aneka Kimia Raya, koordinasi dengan BPJT, Jasa Marga dan Kementrian PUPR. Pantauan posko ini dilaksanakan dari tanggal 19 Juni hingga 8 Juli 2017 di jalur jalur yang dipakai untuk wilayah Sumatera, Jawa, dan lainnya agar tidak ada kelangkaan dan kekurangan pasokan migas dan listrik selama cuti hari raya Idul Fitri. Bagaimana evaluasi dari Posko BBM Nasional yang sudah dilaksanakan? 

Simak perbincangannya, hanya di Ruang Publik KBR, Senin 17 Juli 2017

NARASUMBER

Sumihar Panjaitan - Komite BPH Migas

Saryono Hadiwidjoyo - Komite BPH Migas 


Anda bisa menyimaknya di radio jaringan KBR dan bagi yang di Jakarta bisa dengarkan di 104,2 MSTRI FM Jakarta atau via streaming Youtube Channel, Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar. Anda bisa hubungi kami lewat telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 08121188181 atau mention ke @halokbr.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.