Limbah Menjadi Primadona Energi Baru

Energi terbarukan dengan jangka waktu relatif singkat akan menjadi primadona, karena energi fosil mulai melemah. Bagaimana limbah dapat menjadi bioenergi? Ikuti Perbincangannya di Ruang Publik KBR

Selasa, 13 Jun 2017 16:23 WIB

Kehidupan manusia saat ini sangat tergantung terhadap ketersediaan minyak bumi, batubara, dan gas sebagai sumber energi. Sejak abad ke-20, minyak bumi yang merupakan salah salah satu energi fosil, telah menjadi salah satu energi utama yang digunakan oleh seluruh manusia, disamping adanya batubara dan sumber energi lainnya. Keberadaan sumber energi tersebut pun sangat terbatas karena membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni kurang lebih 400 juta tahun untuk memperbaharui energi tersebut. Untuk itu, perlu ada energi alternatif yang tidak perlu menunggu dengan jangka waktu lama untuk menunjang kehidupan. Limbah menjadi energi? Mari kita ikuti perbincangannya, telah bergabung bersama kami pada Rabu, 14 Juni 2017, bersama:

NARASUMBER:

· Bp. Sudjoko Harsono Adi (SHA) Ditjen EBTKE Kementerian ESDM

· Bpk. Mochammad Satya Oktamalandi - Indonesia Solid Waste Association (INSWA)

· Bpk. Hanjaya Ekaputra - Asosiasi Produsen Listrik Bioenergi Indonesia (APLIBI) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1