Indonesia-Jepang: Penelitian Hubungan Kelelawar dengan Infeksi Rabies & Penyakit Lainnya

Karena punya daya jelajah luas, kalong perlu diwaspadai terkait penyebaran infeksi penyakit di Indonesia.

Kamis, 25 Jan 2018 17:33 WIB

Indonesia adalah rumah bagi satwa kelelawar. Alamnya memang cocok. Banyak hutan dan pepohonan yang menghasilkan aneka buah yang merupakan makanan pokok hewan ini. 

Namun di balik penampilanya yang unik, kelelawar adalah hewan yang berpotensi menyebarkan beragam penyakit.  Kelelawar dapat membawa virus berbahaya seperti virus lyssa penyebab rabies, Nipah, Hendra dan virus Ebola. Kalong atau kelelawar ukuran besar, sanggup terbang sejauh lebih dari 100 km per hari dan bermigrasi musiman rata – rata sejauh 1000 km. Karena punya daya jelajah luas, kalong perlu diwaspadai terkait penyebaran infeksi penyakit di Indonesia. 

Sehubungan dengan masalah ini, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan JICA melakukan studi ekologi kelelawar dan keterlibatan mereka dalam penyebaran infeksi penyakit yang berhubungan dengan rabies serta penyakit lainnya. Kerjasama ini dilaksanakan oleh IPB sebagai universitas mitra di Indonesia, sedangkan Jepang diwakili oleh tiga kampus yakni  Universitas Nagoya, Universitas Tokyo, dan Universitas Yamaguchi.

Bagaimana  persisnya kerjasama ini dan apa saja kegiatan yang dilakukan? 

Untuk membahas hal tersebut kami telah mengundang beberapa pakar:

  • Prof Drh Srihadi Agungpriyono, Ph.D, PA Vet (K), Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Pertanian Bogor
  • Mr. Takeshi Ando, Koordinator proyek, JICA Indonesia 

Siaran ini bisa disimak di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di  Power Radio 89,2 FM,  via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr.Jangan lupa sertakan #RUANGPUBLIK 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.