Cara Mudah Mengakses Hasil Penelitian

Sekarang sudah ada jalan keluarnya, yaitu neliti.com

Senin, 15 Jan 2018 18:02 WIB

Apakah Anda pernah membutuhkan data atau ingin melihat jurnal ilmiah tapi terkendala jarak dan waktu? Sekarang sudah ada jalan keluarnya, yaitu neliti.com. Neliti adalah mesin pencari penelitian yang membantu lembaga penelitian dan universitas di Indonesia untuk menemukan kembali hasil penelitian, data primer dan fakta.

Untuk menggali lebih jauh soal neliti.com akan hadir di studio KBR, founder neliti.com Anton Lucanus di Ruang Publik KBR, pada Selasa, 16 Januari 2018 pukul 09.00 WIB. Dengarkan di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta, simak di  Power Radio 89,2 FM, live streaming di Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 08121188181 atau mention ke akun twitter @halokbr.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Akan Ditutup

  • Ajuran Tarif Tak Dipenuhi, Menhub Kembali Akan Panggil Aplikator Ojek Online
  • Situs Uji Coba Nuklir Korut Dilaporkan Hancur
  • Madrid Pecahkan Rekor dengan 150 Kemenangan di Liga Champions

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.