Wiranto Bersyukur Pejabat Bakamla Tertangkap KPK

KPK menyita uang senilai Rp2 miliar rupiah yang terdiri dari pecahan dollar Amerika dan dollar Singapura. Penyidik juga menyita sejumlah kendaraan bermotor.

Kamis, 15 Des 2016 17:42 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka usai Operasi Tangkap Tangan yang melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla), kemarin. Mereka adalah Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi sebagai penerima serta tiga orang dari PT Melati Technofo Indonesia sebagai pemberi. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, suap tersebut terkait proyek pengadaan alat monitor satelit di Bakamla dengan sumber dana dari APBN Perubahan 2016.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang senilai Rp2 miliar rupiah yang terdiri dari pecahan dollar Amerika dan dollar Singapura. Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah kendaraan bermotor. 

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengaku bersyukur dengan penangkapan pejabat Bakamla tersebut. Kata dia, hal itu membuktikan keseriusan upaya pemerintah memberantas korupsi dan pungutan liar, salah satunya di internal aparat. Menurutnya, operasi tangkap tangan di tubuh aparat justru akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Saya justru bersyukur di tubuh Bakamla, di tubuh kepolisian dapat OTT (operasi tangkap tangan). Itu bukan suatu cela atau suatu hal yang mustahil. Kita justru ingin membersihkan aparat keamanan dari pungli,” kata Wiranto. Simak Quote Selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Cuaca Buruk, BMKG Kirim Peringatan ke Bandara dan Pelabuhan

  • Pengamat Curiga Polisi Sengaja Tutupi Penyebab Kematian MJ
  • Antisipasi Politik Uang lewat Penyaluran Zakat, Bawaslu Gandeng Baznas
  • BKSDA Aceh Evakuasi Stres, Bayi Orang Utan Aceh Dievakuasi

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.